AS Diam-diam Kirim Plutonium Era Perang Dingin ke Nevada

Kamis, 31 Januari 2019 - 11:46 WIB
AS Diam-diam Kirim Plutonium...
AS Diam-diam Kirim Plutonium Era Perang Dingin ke Nevada
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) diam-diam mengirimkan sejumlah besar plutonium mematikan dari situs South Carolina yang menghasilkan logam radioaktif untuk bom nuklir selama Perang Dingin ke Nevada. Administrasi Trump mengungkapkannya pada hari Rabu waktu Washington.

Departemen Kehakiman, atas nama Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Departemen Energi, mengatakan dalam pemberitahuan yang diajukan ke pengadilan AS di Nevada bahwa pihaknya dapat mengungkapkan pengiriman setengah metrik ton (1.100 pound) terjadi sebelum November 2018. Tujuannya, diklaim untuk melindungi keamanan nasional.

Pengadilan AS di Nevada telah mempertimbangkan upaya negara bagian Nevada untuk menghentikan pengiriman plutonium dari South Carolina, yang diumumkan Departemen Energi Agustus lalu.

Plutonium dikirim dari K-Reactor di Savannah River Site (Situs Sungai Savannah), reaktor tertua di fasilitas itu, ke Fasilitas Perakitan Perangkat di Situs Keamanan Nuklir Nevada, sekitar 112,65 km di utara Las Vegas.

Senator Jack Rosen dari Partai Demokrat mengatakan NNSA menyesatkan pengadilan federal dalam tindakan curang dan tidak etis. "Membahayakan kesehatan dan keselamatan ribuan warga Nevada dan Amerika yang tinggal berdekatan dengan rute pengiriman," katanya, yang dikutip Reuters, Kamis (31/1/2019).

Dia dan politisi negara bagian Nevada lainnya siap untuk mengambil tindakan terhadap NNSA.

Politisi Nevada dari Partai Demokrat lainnya, Dina Titus, mengatakan pengiriman plutonium era Perang Dingin itu akan meningkatkan penentangan terhadap penyimpanan bahan bakar bekas dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Gunung Yucca, Nevada, sebuah proyek di mana miliaran dolar telah dihabiskan yang ditutup oleh mantan Presiden Barack Obama.

NNSA mengatakan bahwa karena alasan keamanan tidak ada pemberitahuan publik yang diberikan sebelum pengiriman dan rute jalan raya tidak terungkap. Departemen Energi tidak mengungkapkan kapan pengiriman itu dilakukan, selain hanya menyebut hal itu sebelum November 2018 atau sebelum otoritas Nevada menuntut penghentian pengiriman material berbahaya itu.

Amerika Serikat membangun Situs Sungai Savannah selama tahun 1950-an untuk memproduksi bahan-bahan dasar untuk senjata nuklir, yang kebanyakan adalah tritium dan plutonium-239. Pada bulan Oktober pemerintahan Trump mematikan rencana untuk mengubah 34 ton plutonium di sana menjadi campuran oksida atau bahan bakar MOX untuk reaktor tenaga nuklir khusus yang belum pernah dibangun di Amerika Serikat.

Seperti pemerintahan Obama sebelumnya, pemerintahan Trump ingin mencairkan dan mengubur plutonium itu, yang berpotensi dilakukan di New Mexico.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump: Seluruh...
Donald Trump: Seluruh Negara Harus Singkirkan Senjata Nuklir, Kekuatannya Gila!
Donald Trump: Senjata...
Donald Trump: Senjata Nuklir di Tangan AS dan Rusia Bisa Sebabkan Kiamat
Trump Tuding Rusia dan...
Trump Tuding Rusia dan China Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir
Trump Segera Temui Putin...
Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir
Trump akan Modernisasi...
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah
Daftar 5 Negara BRICS...
Daftar 5 Negara BRICS yang Diancam Donald Trump, 3 di Antaranya Bersenjata Nuklir
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
2 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
2 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
4 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved