Maduro: Trump Perintahkan Pemerintah dan Mafia Kolombia Bunuh Saya

Kamis, 31 Januari 2019 - 05:20 WIB
Maduro: Trump Perintahkan...
Maduro: Trump Perintahkan Pemerintah dan Mafia Kolombia Bunuh Saya
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump , dan Kolombia berencana untuk menghabisinya. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti.

"Tanpa ragu, Donald Trump telah memberikan perintah untuk membunuh saya dan telah mengatakan kepada pemerintah Kolombia dan mafia oligarki Kolombia untuk membunuh saya," tuding Maduro.

"Jika sesuatu terjadi pada saya suatu hari, saya akan menuntut pertanggungjawaban dari Donald Trump dan Presiden Kolombia Ivan Duque," imbuhnya seperti disitir dari Anadolu, Kamis (31/1/2019).

Maduro juga menolak seruan untuk pemilihan presiden baru karena menentang tenggat waktu delapan hari yang diberikan akhir pekan lalu oleh negara-negara anggota UE.

"Kami tidak menerima ultimatum dari siapa pun di dunia, kami juga tidak menerima pemerasan. Di Venezuela telah ada pemilihan presiden, ada hasilnya, dan jika imperialis menginginkan pemilihan baru, mereka harus mengharapkannya pada 2025," tegas Maduro.

Sejumlah negara Eropa - termasuk Inggris, Jerman, Prancis, dan Spanyol - meminta Maduro mengumumkan pemilihan baru dalam delapan hari ke depan sejak Sabtu untuk meredakan krisis politik di negara Amerika Selatan itu.

Maduro mengatakan dia telah memperoleh 68 persen suara dalam pemilihan Mei lalu, lebih dari dua kali lipat jumlah perdana menteri di Eropa.

"Mengapa mereka sah dan aku tidak?" tanyanya retoris.

Bertolak belakang dengan pendiriannya menentang pemilihan presiden, Maduro mengatakan akan menjadi ide yang bagus untuk mengadakan pemilihan parlemen secara cepat untuk Majelis Nasional, yang saat ini dikendalikan oleh oposisi.

Pemilihan parlemen berikutnya sendiri dijadwalkan pada tahun 2020.

Venezuela telah diguncang oleh aksi protes sejak 10 Januari lalu ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan keduanya menyusul pemboikotan pemilu oleh oposisi.

Pekan lalu, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden, sebuah langkah yang segera didukung oleh Trump.

Maduro dengan cepat membalas, memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan memberikan waktu 72 jam kepada para diplomat AS untuk meninggalkan negara itu.

Dia telah berulang kali mengecam AS, mengatakan Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahnya di tengah kampanye sanksi.

Brasil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya. Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikuti.

Sedangkan Bolivia dan Meksiko masih terus mengakui Maduro. Beberapa negara Amerika Selatan, Rusia, Turki, China, dan Iran juga menyatakan dukungannya kepadaMaduro.
(ian)
Berita Terkait
Genting! 30.000 Pasukan...
Genting! 30.000 Pasukan Kolombia Dikerahkan ke Perbatasan Venezuela
Negara Mana yang Menampung...
Negara Mana yang Menampung Warga Venezuela Paling Banyak?
Trump Bicara dengan...
Trump Bicara dengan Presiden Kolombia di Tengah Ketegangan Diplomatik Berpotensi Perang
Usai AS Culik Maduro,...
Usai AS Culik Maduro, Trump Kini Incar Presiden Kolombia Gustavo Petro
Presiden Kolombia: Demi...
Presiden Kolombia: Demi Tanah Air, Saya Angkat Senjata Lagi untuk Melawan AS!
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
2 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
3 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
4 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved