Netanyahu Ungkap 3 Alasan Bos Hizbullah Malu Sekarang

Senin, 28 Januari 2019 - 17:02 WIB
Netanyahu Ungkap 3 Alasan...
Netanyahu Ungkap 3 Alasan Bos Hizbullah Malu Sekarang
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengatakan Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah saat ini merasa malu setelah menyaksikan kehebatan militer Israel. Menurut pemimpin rezim Zionis itu ada tiga alasan mengapa Nasrallah malu.

Komentar Netanyahu muncul setelah sekutu Iran itu mengatakan pada hari Minggu bahwa kelompok militannya tidak mengecualikan serangan bersama Iran dan Suriah jika rezim Zionis menggempur Damaskus lagi.

Kekuatan mematikan IDF, kata PM Israel, adalah salah satu hal yang membingungkan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah.

"Kemarin Nasrallah memecah kesunyiannya. Dia malu karena tiga alasan; pertama, karena kesuksesan kami yang luar biasa dalam Operasi Perisai Utara (Operation Northern Shield). Dia dan orang-orangnya melakukan upaya luar biasa dalam senjata kejutan terowongan, termasuk menggalinya—bertentangan dengan apa yang dia katakan—dalam beberapa tahun terakhir dan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam enam minggu kami benar-benar merampas senjata itu," kata Netanyahu pada rapat kabinet hari Minggu.

Dia menjelaskan bahwa sumber rasa malu kedua Nasrallah terkait dengan kesulitan keuangan kelompoknya akibat pemberlakuan kembali sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan proksi-nya, terutama Hizbullah.

"Ketiga, Nasrallah merasa malu dengan tekad kami. Hizbullah dihadapkan pada kekuatan mematikan IDF, dan percayalah, Nasrallah memiliki alasan yang baik untuk tidak ingin merasakan pukulan dari tanah kami," papar Netanyahu, seperti dikutip dari Times of Israel, Senin (28/1/2019).

Pekan lalu, Angkatan Udara Israel melakukan tiga serangan udara pada target Iran yang sekitar Damaskus, Suriah. Setidaknya empat prajurit Suriah tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan udara itu.

"Ada kemungkinan bahwa kami akan membuat keputusan tentang berbagai tindakan responsif atas agresi Israel, karena apa yang terjadi terakhir kali (di Suriah) sangat berbahaya," kata Nasrallah kepada penyiar Al Mayadeen, Sabtu malam.

Dia berbicara untuk pertama kalinya sejak Israel meluncurkan Operasi Perisai Utara pada awal Desember untuk mengungkap dan menghancurkan terowongan yang digali di bawah perbatasannya oleh Hizbullah.

Pada pertengahan Januari, IDF mengumumkan berakhirnya operasi itu setelah menemukan terowongan keenam dan terbesar yang digali Hizbullah untuk memasuki Israel.

Israel memandang kehadiran Hizbullah di Lebanon dan Suriah sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Kelompok itu didukung oleh Iran, yang merupakan saingan musuh utama Israel di wilayah tersebut.

Rezim Zionis telah berulang kali menuduh Iran memiliki kehadiran militer di Suriah. Namun, Teheran menolak klaim tersebut, dan bersikeras bahwa kehadiran militernya di Suriah hanya berupa penasihat militer dan itu atas permintaan Damaskus untuk membantu memerangi teroris.

Israel dan Hizbullah terakhir bentrok pada 2006, ketika IDF menyerbu Lebanon setelah kelompok militan itu menculik dua tentara Israel dalam serangan lintas perbatasan.
(mas)
Berita Terkait
Israel Tembaki Posisi...
Israel Tembaki Posisi Kelompok Pro-Iran di Dekat Dataran Tinggi Golan
3 Negara Pemasok Senjata...
3 Negara Pemasok Senjata Hizbullah, Kelompok Lebanon yang di Ambang Perang dengan Israel
3 Negara Pendukung Hizbullah...
3 Negara Pendukung Hizbullah untuk Terus Menggempur Israel
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
8 Tewas akibat Pager...
8 Tewas akibat Pager Meledak Bersamaan di Lebanon
Israel Menyalahkan Hizbullah...
Israel Menyalahkan Hizbullah atas Serangan di Majdal Shams
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
44 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved