Trump dan Senator AS Sudah Diskusi soal Invasi ke Venezuela

Senin, 28 Januari 2019 - 15:05 WIB
Trump dan Senator AS...
Trump dan Senator AS Sudah Diskusi soal Invasi ke Venezuela
A A A
WASHINGTON - Senator terkemuka Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, mengaku sudah diajak berdiskusi dengan Presiden Donald Trump terkait kemungkinan invasi militer ke Venezuela . Namun, para pejabat senior Gedung Putih mengatakan tak ada tanda-tanda Washington akan mengivasi rezim Nicolas Maduro di Caracas.

Presiden Nicolas Maduro yang memimpin Venezuela saat ini telah berulang kali menuduh Washington mengatur kudeta terhadap pemerintahannya. Dia telah memutuskan hubungan diplomatik kedua negara setelah Trump mengakui Kepala Majelis Nasional yang dikuasai oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim Venezuela.

"Dia (Trump) berkata, 'Bagaimana menurut Anda menggunakan kekuatan militer?' dan saya berkata, 'Ya, Anda harus lamban dalam hal itu, itu bisa bermasalah," kata Graham kepada situs berita AS, Axios, yang dikutip Senin (28/1/2019).

Dalam diskusi dengan Trump tersebut, Graham berujar; "Ya, saya terkejut, Anda ingin menyerang semua orang."

Menurut Senator Republik itu, disekusi sudah terjadi beberapa pekan lalu. Graham percaya bahwa kekuatan militer harus digunakan hanya ketika kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat terancam.

Dia juga mengatakan kepada Axios bahwa Trump "benar-benar hawkish" di Venezuela.

Para pejabat senior dari pemerintahan Trump mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa Washington benar-benar berencana untuk menginvasi Caracas. Menurut mereka, Trump hanya ingin mempercepat perubahan rezim di negara Amerika Latin itu karena alasan ekonomi dan diplomatik.

Rabu lalu, konflik antara pemerintah dan oposisi di Venezuela meningkat ketika Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim atau sementara negara tersebut. Deklarasi itu diakui Amerika Serikat, Kanada, Australia, Israel dan sejumlah negara Amerika Latin.

Hubungan AS dan Venezuela telah lama tegang. Pada Agustus 2017, Trump saat berada di klub golfnya di Bedminster, New Jersey mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan opsi militer untuk mengakhiri kekacauan di Venezuela.

Sedangkan Rusia menyatakan hanya mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela yang terpilih secara sah dan juga menyuarakan kesiapan untuk menengahi dialog antara pemerintah dan oposisi.
(mas)
Berita Terkait
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Trump dan Venezuela:...
Trump dan Venezuela: Cermin Ketidakadilan Global
Maduro Nyatakan Siap...
Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Trump Bantah Keterlibatan...
Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Topeng Hijau Amerika...
Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela
Trump Ungkap Bagaimana...
Trump Ungkap Bagaimana Ia Ingin Kelola Venezuela
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
46 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved