Aparat Keamanan Filipina Buru Pelaku Pengeboman Gereja

Senin, 28 Januari 2019 - 12:09 WIB
Aparat Keamanan Filipina...
Aparat Keamanan Filipina Buru Pelaku Pengeboman Gereja
A A A
MANILA - Filipina berjanji menghancurkan dalang dua pengeboman yang menewaskan 20 orang saat layanan gereja di wilayah selatan kemarin. Serangan bom itu terjadi enam hari setelah referendum otonomi menghasilkan suara “ya”. Sebanyak 81 orang terluka dalam serangan itu dan menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di kawasan itu.Ledakan pertama terjadi di dalam katedral di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, diikuti ledakan kedua di luar gedung yang meledak saat pasukan keamanan bergerak menuju lokasi ledakan pertama. Musuh-musuh negara telah menantang kemampuan pemerintah menjamin keamanan warganya di kawasan itu,” papar juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, dilansir Reuters. “Pasukan bersenjata Filipina akan bangkit melawan tantangan dan menghancurkan para kriminal tanpa Tuhan itu,” ujar Panelo.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tapi kepolisian menduga pengeboman itu aksi kelompok Abu Sayyaf yang beraliansi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan telah melancarkan serangkaian aksi pengeboman. “Mereka ingin menunjukkan kekuatan dan melihat kekacauan,” kata Kepala Kepolisian Nasional Filipina Oscar Alba yalde yang menyatakan Abu Sayyaf sebagai tersangka utama.

Jolo menjadi basis Abu Sayyaf yang selama ini melancarkan berbagai operasi penculikan dan perompakan. Kelompok itu beroperasi di wilayah perairan dan kepulauan barat Mindanao.

Mereka juga telah memenggal sejumlah sandera asing jika uang tebusan tidak mereka terima. Sejumlah gambar yang dirilis militer di dalam Gereja Jolo menunjukkan beberapa kursi kayu hancur dan puing bertebaran di lantai gedung.

Serangan itu terjadi setelah pengumuman bahwa wilayah itu telah meratifikasi pembentukan wilayah otonom yang disebut Bangsamoro dengan 85% pemilih mendukungnya. Meski Sulu menjadi beberapa wilayah yang menolak otonomi, kawasan itu masih bagian dari entitas baru saat sepenuhnya terbentuk pada 2022.

Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Delfin Lorenzana mendorong warga lokal bekerja samadanmenolakaksiterorisme. Penasihat Keamanan Nasional Hermogenes Esperon menyebut pelaku dan dalang pengeboman sebagai pembunuh massal.

“Kami tidak akan mengizinkan mereka merusak preferensi rakyat untuk perdamaian,” kata dia. Referendum itu digelar di tengahkekhawatirantentangkehadiran para militan di Filipina dan kemungkinan militan asing ke Mindanao yang memanfaatkan perbatasan yang lemah, pegunungan dan hutan, serta persenjataan yang banyak.
(don)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
12 menit yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
1 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
1 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved