Bendungan Tailing Vale di Brasil Jebol, 200 Orang Hilang

Sabtu, 26 Januari 2019 - 04:43 WIB
Bendungan Tailing Vale...
Bendungan Tailing Vale di Brasil Jebol, 200 Orang Hilang
A A A
BRASILIA - Sebuah bendungan tailing milik perusahaan penambang biji besi Vale SA di negara bagian Minas Gerais, Brasil, jebol. Sekitar 200 orang dinyatakan hilang.

Tim pemadam kebakaran yang sedang mencari para korban hilang mengatakan bendungan jebol pada hari Jumat waktu setempat.

Sebuah pernyataan dari tim pemadam kebakaran yang dikeluarkan di kota Belo Horizonte mengatakan sejumlah orang terperangkap di beberapa area sungai lumpur akibat jebolnya bendungan tersebut.

Vale mengatakan ada karyawan di gedung administrasi bendungan yang terperangkap oleh lumpur dan air dan kemungkinan ada korban di area tersebut.

Para pejabat setempat mengatakan helikopter telah mengevakuasi sekitar delapan orang yang terluka dan telah dibawa ke rumah sakit.

Laporan stasiun televisi setempat menunjukkan orang-orang berlarian ketika bendungan itu jebol dan ladang-ladang di dekatnya yang didominasi tanaman kacang hancur oleh lumpur.

Bencana bendungan jebol di wilayah itu bukan pertama kali ini terjadi. Pada 2015, bendungan yang lebih besar jebol dan menewaskan 19 orang.

Dalam insiden tahun 2015, sebuah bendungan yang dimiliki perusahaan patungan Samarco Mineracao SA antara Vale dan BHP Billiton jebol di wilayah yang sama di negara bagian Minas Gerais dan mengubur rumah-rumah di lokasi sekitar.

Badan perlindungan lingkungan Brasil, Ibama, mengatakan bendungan yang jebol pada hari Jumat menampung 1 juta meter kubik tailing, jauh lebih sedikit dari 50 juta meter kubik pada bencana tahun 2015.

Presiden baru Brasil, Jair Bolsonaro, mengirim tiga menteri ke lokasi bencana untuk melihat kerusakan. Bolsonaro juga akan berkunjung pada hari Sabtu (26/1/2019).

Mantan menteri lingkungan hidup dan kandidat presiden Marina Silva mengatakan pihak berwenang Brasil dan penambang swasta belum belajar apa pun dari bencana tahun 2015. Menurutnya, insiden ini tidak dapat diterima.

"Tiga tahun setelah kejahatan lingkungan yang serius di Mariana, dengan investigasi masih berlangsung dan tidak ada yang dihukum, sejarah berulang sebagaimana tragedi di Brumadinho," katanya dalam sebuah posting di Twitter, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Agama Warga Negara Brazil...
Agama Warga Negara Brazil dan Persentasenya
Uskup Brazil Mundur...
Uskup Brazil Mundur setelah Rekaman Video Seks Bocor
Sejumlah Fakta Menarik...
Sejumlah Fakta Menarik Legenda Sepakbola Brazil Pele
Neymar Cs Bentangkan...
Neymar Cs Bentangkan Foto Pele Usai Singkirkan Korea Selatan
Presiden Brazil Akhirnya...
Presiden Brazil Akhirnya Ucapkan Selamat pada Biden
Sebut Warga Brazil Berasal...
Sebut Warga Brazil Berasal dari Hutan, Presiden Argentina Minta Maaf
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
45 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved