India Bangun Pangkalan Ketiga di Kepulauan Strategis

Kamis, 24 Januari 2019 - 09:22 WIB
India Bangun Pangkalan...
India Bangun Pangkalan Ketiga di Kepulauan Strategis
A A A
NEW DELHI - Angkatan Laut India akan membuka pangkalan udara ketiga di Kepulauan Andaman dan Nicobar pada hari ini untuk memantau kapal perang serta kapal selam China yang masuk Samudra Hindia melalui Selat Malaka.

India semakin khawatir dengan kehadiran angkatan laut China di beberapa negara tetangga dan jaringan pelabuhan komersial yang dibangun mulai dari Sri Lanka hingga Pakistan. Menurut India, berbagai hal itu bisa menjadi pos terluar angkatan laut China.Militer India telah memanfaatkan Andaman yang terletak dekat pintu masuk ke Selat Malaka untuk menghadapi tantangan China, dengan mengerahkan kapal serta pesawat di sana sejak Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menjabat pada 2014 yang menjanjikan kebijakan lebih tegas terhadap Beijing. Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Sunil Lanba akan mengawasi pangkalan baru yang disebut INS Kohassa itu.

Pangkalan itu terletak 300 km utara ibu kota kepulauan, Port Blair. Fasilitas itu merupakan ketiga di kepulauan itu dan akan memiliki landasan pacu 1.000 meter untuk helikopter dan pesawat pengintai Dornier. ”Namun, rencana untuk landasan adalah diperpanjang hingga 3.000 meter untuk mendukung pesawat tempur dan pesawat pengintai jarak jauh,” kata Juru Bicara Angkatan Laut India Kapten DK Sharma dilansir Reuters.

Sekitar 120.000 kapal melintas Samudra Hindia setiap tahun dan hampir 70.000 kapal melintasi Selat Malaka. ”Hal yang ditekankan ialah ekspansi kehadiran China. Jika kita harus benar-benar memantau kehadiran China, kita perlu memiliki perlengkapan cukup di Kepulauan Andaman,” kata mantan komodor angkatan laut, Anil Jai Singh.

”Jika anda memiliki pangkalan udara, anda dapat menjangkau wilayah lebih luas,” tutur Singh yang memperkirakan angkatan laut akan secara permanen mengerahkan lebih banyak kapal ke kepulauan itu pada fase pembangunan selanjutnya.

Satu kapal selam China singgah di Pelabuhan Colombo, Sri Lanka, pada 2014, yang memicu alarm di New Delhi sehingga pemerintahan Modi mengangkat isu itu pada otoritas Sri Lanka. India dan China telah bersaing pengaruh di kawasan, dengan New Delhi berupaya melawan langkah diplomasi Beijing di wilayah itu. Pekan ini, para pejabat pertahanan India akan menggelar perundingan dengan Menteri Pertahanan Maladewa Mariya Ahmed Didi. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved