Menolak Tunduk pada China, Taiwan Gelar Latihan Militer

Kamis, 17 Januari 2019 - 17:01 WIB
Menolak Tunduk pada...
Menolak Tunduk pada China, Taiwan Gelar Latihan Militer
A A A
TAIPEI - Taiwan menggelar latihan militer guna menunjukkan kemampuannya untuk mempertahankan diri dari ancaman China. Taipei menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan Beijing.

Krisis Taiwan semakin memanas pada hari Kamis (17/1/2019) ketika China mendesak perusahaan di seluruh dunia untuk mengubah cara mereka merujuk Taipei. Beijing masih menganggap wilayah itu sebagai provinsi China yang membangkang dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk mengendalikannya.

"Mengenai tindakan China yang di luar kendali, kita perlu mengingatkan masyarakat internasional untuk menghadapi hal ini secara jujur ​​dan untuk menyatukan upaya guna mengurangi dan menahan tindakan itu," kata Alex Huang, juru bicara Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, kepada wartawan di Taipei, sebagaimana dilansir Reuters.

Taiwan dulunya memang bagian dari China. Namun, wilayah itu menjadi pelarian para tokoh nasionalis pada akhir perang saudara tahun 1949 di mana kubu Partai Komunis menguasai China. Selanjutnya, Taiwan berubah menjadi negara demokrasi yang memerintah wilayahnya sendiri.

Administrasi Penerbangan Sipil China telah mendesak maskapai penerbangan mengubah daftar di situs web mereka untuk menunjukkan Taipei sebagai bagian dari China. Beberapa maskapai, seperti British Airways dan Singapore Airlines, telah mematuhi.

The Global Times, surat kabar yang dikelola Partai Komunis China melaporkan pada hari Rabu bahwa 66 perusahaan termasuk Facebook dan Nike masih mencatat Taiwan sebagai wilayah yang independen dari China. Media itu menuduh perusahaan multinasional merusak kedaulatan China dengan mendaftarkan pulau itu sebagai wilayah yang berdiri sendiri.

"Ini bukan hanya masalah bisnis atau teknis bagi perusahaan-perusahaan asing untuk memisahkan Taiwan, Hong Kong dan Makau dari China di situs web mereka," tulis Global Times. "Ini adalah masalah prinsip yang melibatkan prinsip 'satu-China' dan kedaulatan serta integritas teritorial China."

Beijing telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Tsai yang pro-kemerdekaan memenangkan pemilihan presiden pada 2016.

Pada tanggal 2 Januari, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan tidak ada yang bisa mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Dia menambahkan bahwa Beijing tidak akan berhenti menggunakan kekuatan militer sebagai opsi untuk memastikan penyatuan kembali pulau itu dengan negaranya.

Pada hari Kamis (17/1/2019), Taiwan mengadakan latihan tembak, yang tercatat sebagai latihan militer pertama sejak komentar keras Xi Jinping dua minggu lalu.

Dalam latihan militer, helikopter artileri dan serbu menembaki sasaran di lepas pantai kota Taichung. Sedangkan jet tempur Mirage lepas landas di tengah kondisi hujan dari pangkalan udara di Hsinchu ke wilayah utara.

Latihan militer tersebut juga muncul setelah laporan terbaru Pentagon menguraikan kekhawatiran AS tentang kekuatan militer Beijing yang semakin meningkat dan menggarisbawahi kekhawatiran Washington tentang kemungkinan serangan Beijing terhadap Taipei.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Selalu Gunakan Standar Ganda dalam Urusan Taiwan?
Latar Belakang Konflik...
Latar Belakang Konflik China dan Taiwan serta Kepentingan Amerika Serikat di Baliknya
Latihan Militer China...
Latihan Militer China di Dekat Taiwan Bidik Penonton Amerika Serikat
Biodata Ketua DPR Amerika...
Biodata Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi yang Bertandang ke Taiwan
Pelosi Tinggalkan Taiwan,...
Pelosi Tinggalkan Taiwan, Ketegangan dengan China Kian Memuncak
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
4 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
5 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
6 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
6 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved