Ratusan Jutaan Orang Ikut Meriahkan Festival Kumbh Mela
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:16 WIB
Ratusan Jutaan Orang Ikut Meriahkan Festival Kumbh Mela
A
A
A
NEW DELHI - Ratusan juta orang menghadiri festival Kumbh Mela di Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh. Festival keagaamaan itu diwarnai isu politik menjelang pemilu yang akan digelar pada tahun ini. Festival yang akan digelar selama delapan pekan. Kemarin acara itu diperkirakan akan dihadiri 15 juta orang. Selama 49 hari, festival itu akan dihadiri sekitar 120 juta orang baik warga domestik dan asing.
Mereka akan mandi untuk mensucikan diri di Sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati. Umat Hindu sangat percaya bahwa air Sungai Gangga bisa mensucikan dosa. Mereka juga menyakini mandi pada waktu Kumbh Mela di Sungai Gangga akan memberikan keselamatan lahir dan batin.
Yang menjadi perhatian pada festival tersebut adalah hadirnya petapa atau disebut dengan “sadhus”, orang suci yang tinggal di gua di pedalaman, keluar untuk menghadiri Kumbh Mela. Mereka tampil sebelum fajar kemarin dengan telanjang bulat. Kemudian, mereka menuju Sungai Gangga dan menangis serta berteriak “har har Mahadev” atau “semaua Mahadev”, atau nama lain Siwa.
“Ini merupakan saatnya keluar dari dunia ini,” kata Varun K Seth, “Ketika kamu menyentuh air, kamu akan merasakan bahwa kamu hidup,” ujarnya. Para pertapa dari Juna Akhara juga berbondong-bondong ke festival tersebut. Mereka membawa trisula dan tombak sambil berlari kea rah sungai. “Sungai memberikan kita keabadian,” kata pertapa yang telanjang dari Juna Akhara.
Festival Kumbh Mela memang dikenal sebagai festivalnya orang suci atau sadhus yang merupakan petapa. “Tujuan utama festival adalah sadhus,” kata James Mallinson, dosen senior dari London's School of Oriental and African Studies, dilansir CNN. Dia mengungkapkan Kumbh Mela merupakan kesempatan bagi mereka untuk membuat keputusan organisasional. “Acara itu menjadi ajang sosial karena mereka tidak perna bertemu satu sama lain,” ungkapnya.
Mallinson mengungkapkan, banyak peziarah akan mandi di sangam, di mana Sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati bertemu untuk mendapatkan moksha atau keselamatan dalam lingkaran kehidupan dan kematian. “Biasanya mereka akan bertahan di sana selama tiga hingga empat hari untuk menghapus dosa,” ujarnya.
Bagi pemeluk agama Hindu, mandi di Sungai Gangga akan membersihkan dosa. Mandi bertepatan dengan festival Kumbh Mela akan memberikan keselamatan dalam lingkaran kehidupan. “Keyakinan membawa kita ke sini untuk mandi di sungai meskipun dingin,” kata Ram Krishna Dwivedi, pengunjung festival Kumbh Mela, dilansir Reuters.
80% penduduk India dari 1,3 miliar orang beragama Hindu. Tingkat religisiutas mereka sangat tinggi, meskipun pengaruh Barat bagi kalangan menengan sangatlah tinggi. Sebagian besar peziarah, mengatakan mereka untuk menjawab panggilan Dewi Gangga.
“Kita percaya dengan mandi di sini (Sungai Gangga) akan menghapus semua dosa kita,” kata petani Pramod Sharma. Kemudian, peziarah lainnya Shahbji Raja menyebutkan, mandi di Sungai Gangga bisa menyembuhkan penyakit. “Mandi itu bisa menghapuskan halangan dari jalanmu,” tutur Raja.
Meskipun bertema spriritual, panitia juga menyediakan berbagai pertunjukan tari dan musik. Banyak juga pertunjukkan impromptu di jalanan, termsuk penyanyi balada. Bahkan, banyak sekte juga menggelar pertunjukkan sendiri-sendiri. Itu bertujuan untuk menarik banyak orang untuk memberikan perhatian kepada mereka. Jadwal pertunjukkan musik dan tari pun sudah diatur oleh panitia.
Kemudian, Rajeev Rai, petugas senior pemerintahan India, mengungkapkan satu juta peziarah dari luar negeri akan ikut festival tersebut. Dia dan panitia telah menyiapkan festival tersebut selama lebih dari satu tahun.
“Semua golongan agam diberikan alokasi waktu untuk prosesi mereka dan ritual mandi,” kata Rai dilansir BBC. “Kita juga mengatur lalu lintas untuk menjamin tidak ada kemacetan parah,” paparnya.
Pemerintah India menyediakan 32 km persegi untuk dijadikan tenda sebagai tempat menginap para peziarah. Pemerintah juga telah membangun berbagai layanan, termasuk jalan baru, rumah sakit, bank, pemadam kebakaran untuk festival tersebut. Mereka juga membangun 120.000 toilet.
Ratusan layanan kereta baru dari dan ke Prayagraj atau dulu dikenal dengan Allahabad untuk memudahkan para peziarah untuk datang dan pergi ke sana. Pemerintah menyediakan 6.000 bus untuk mengangkut peziarah dari berbagai kota di India.
Lebih dari 30.000 petugas keamanan diterjunkan untuk memberikan jaminan keamanan dan mengatur kerumuman warga. Polisi memasang 1.000 kamera pengintai untuk memantau perkembangan keamanan.
Diwarnai Politik
Festival Kumbh Mela memang sebagai ajang spiritual. Namun, festival itu juga diwarnai aksi politik. Gambar Perdana Menteri (PM) Narendra Modi terdapat di banyak sudut di festival tersebut. Banyak poster raksasa bergambar Modi, pemimpin nasionalis Hindu dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang akan menghadapi pemilu pada Mei nanti.
BJP mengalami kekalahan di tiga negara bagian pada pemilu yang digelar Desember lalu. Mereka juga ingin menghindari kekalahan di Uttar Pradesh di mana 220 juta orang akan memberikan suara. “Modi itu orang baik,” kata Seth, warga yang menghadiri festival. “Dia (Modi) selalu mengawasi kita,” imbuhnya.
Menteri Besar Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, merupakan pendukung utama Modi. Dia mengubah berbagai nama jalan atau kota dengan nama yang membawa nuansa lokal. “Yogi itu pemimpin hebat yang peduli dengan rakyatnya,” kata Kuldeep Banderi, peziarah dari Delhi.
Tahun, festival Kumbh Mela memang digelar besar-besaran. Itu disebabkan pemerintahan pusat dikuasasi kubu nasional sehingga mengorganisir acara tersebut sebagai kunci utama untuk pemilu nanti.
Untuk pertama kalinya, Kumbh Mela kali ini diikuti oleh warga transgender atau dikenal dengan Kinnar Akhara yang dipimpin aktivis sayap kanan Lakshmi Narayan Tripathi dari Mumbai. Mereka bergabung dan melaksanakan mandi bersama di Sungai Gangga.
India telah melegalkan homoseksual pada September lalu. Tapi, komunitas mereka tetap termarjinalkan. Komunitas Kinnar Akhara mendapatkan pengawalan ketat dari polisi ketika mandi di Sungai Gangga.
Mereka akan mandi untuk mensucikan diri di Sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati. Umat Hindu sangat percaya bahwa air Sungai Gangga bisa mensucikan dosa. Mereka juga menyakini mandi pada waktu Kumbh Mela di Sungai Gangga akan memberikan keselamatan lahir dan batin.
Yang menjadi perhatian pada festival tersebut adalah hadirnya petapa atau disebut dengan “sadhus”, orang suci yang tinggal di gua di pedalaman, keluar untuk menghadiri Kumbh Mela. Mereka tampil sebelum fajar kemarin dengan telanjang bulat. Kemudian, mereka menuju Sungai Gangga dan menangis serta berteriak “har har Mahadev” atau “semaua Mahadev”, atau nama lain Siwa.
“Ini merupakan saatnya keluar dari dunia ini,” kata Varun K Seth, “Ketika kamu menyentuh air, kamu akan merasakan bahwa kamu hidup,” ujarnya. Para pertapa dari Juna Akhara juga berbondong-bondong ke festival tersebut. Mereka membawa trisula dan tombak sambil berlari kea rah sungai. “Sungai memberikan kita keabadian,” kata pertapa yang telanjang dari Juna Akhara.
Festival Kumbh Mela memang dikenal sebagai festivalnya orang suci atau sadhus yang merupakan petapa. “Tujuan utama festival adalah sadhus,” kata James Mallinson, dosen senior dari London's School of Oriental and African Studies, dilansir CNN. Dia mengungkapkan Kumbh Mela merupakan kesempatan bagi mereka untuk membuat keputusan organisasional. “Acara itu menjadi ajang sosial karena mereka tidak perna bertemu satu sama lain,” ungkapnya.
Mallinson mengungkapkan, banyak peziarah akan mandi di sangam, di mana Sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati bertemu untuk mendapatkan moksha atau keselamatan dalam lingkaran kehidupan dan kematian. “Biasanya mereka akan bertahan di sana selama tiga hingga empat hari untuk menghapus dosa,” ujarnya.
Bagi pemeluk agama Hindu, mandi di Sungai Gangga akan membersihkan dosa. Mandi bertepatan dengan festival Kumbh Mela akan memberikan keselamatan dalam lingkaran kehidupan. “Keyakinan membawa kita ke sini untuk mandi di sungai meskipun dingin,” kata Ram Krishna Dwivedi, pengunjung festival Kumbh Mela, dilansir Reuters.
80% penduduk India dari 1,3 miliar orang beragama Hindu. Tingkat religisiutas mereka sangat tinggi, meskipun pengaruh Barat bagi kalangan menengan sangatlah tinggi. Sebagian besar peziarah, mengatakan mereka untuk menjawab panggilan Dewi Gangga.
“Kita percaya dengan mandi di sini (Sungai Gangga) akan menghapus semua dosa kita,” kata petani Pramod Sharma. Kemudian, peziarah lainnya Shahbji Raja menyebutkan, mandi di Sungai Gangga bisa menyembuhkan penyakit. “Mandi itu bisa menghapuskan halangan dari jalanmu,” tutur Raja.
Meskipun bertema spriritual, panitia juga menyediakan berbagai pertunjukan tari dan musik. Banyak juga pertunjukkan impromptu di jalanan, termsuk penyanyi balada. Bahkan, banyak sekte juga menggelar pertunjukkan sendiri-sendiri. Itu bertujuan untuk menarik banyak orang untuk memberikan perhatian kepada mereka. Jadwal pertunjukkan musik dan tari pun sudah diatur oleh panitia.
Kemudian, Rajeev Rai, petugas senior pemerintahan India, mengungkapkan satu juta peziarah dari luar negeri akan ikut festival tersebut. Dia dan panitia telah menyiapkan festival tersebut selama lebih dari satu tahun.
“Semua golongan agam diberikan alokasi waktu untuk prosesi mereka dan ritual mandi,” kata Rai dilansir BBC. “Kita juga mengatur lalu lintas untuk menjamin tidak ada kemacetan parah,” paparnya.
Pemerintah India menyediakan 32 km persegi untuk dijadikan tenda sebagai tempat menginap para peziarah. Pemerintah juga telah membangun berbagai layanan, termasuk jalan baru, rumah sakit, bank, pemadam kebakaran untuk festival tersebut. Mereka juga membangun 120.000 toilet.
Ratusan layanan kereta baru dari dan ke Prayagraj atau dulu dikenal dengan Allahabad untuk memudahkan para peziarah untuk datang dan pergi ke sana. Pemerintah menyediakan 6.000 bus untuk mengangkut peziarah dari berbagai kota di India.
Lebih dari 30.000 petugas keamanan diterjunkan untuk memberikan jaminan keamanan dan mengatur kerumuman warga. Polisi memasang 1.000 kamera pengintai untuk memantau perkembangan keamanan.
Diwarnai Politik
Festival Kumbh Mela memang sebagai ajang spiritual. Namun, festival itu juga diwarnai aksi politik. Gambar Perdana Menteri (PM) Narendra Modi terdapat di banyak sudut di festival tersebut. Banyak poster raksasa bergambar Modi, pemimpin nasionalis Hindu dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang akan menghadapi pemilu pada Mei nanti.
BJP mengalami kekalahan di tiga negara bagian pada pemilu yang digelar Desember lalu. Mereka juga ingin menghindari kekalahan di Uttar Pradesh di mana 220 juta orang akan memberikan suara. “Modi itu orang baik,” kata Seth, warga yang menghadiri festival. “Dia (Modi) selalu mengawasi kita,” imbuhnya.
Menteri Besar Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, merupakan pendukung utama Modi. Dia mengubah berbagai nama jalan atau kota dengan nama yang membawa nuansa lokal. “Yogi itu pemimpin hebat yang peduli dengan rakyatnya,” kata Kuldeep Banderi, peziarah dari Delhi.
Tahun, festival Kumbh Mela memang digelar besar-besaran. Itu disebabkan pemerintahan pusat dikuasasi kubu nasional sehingga mengorganisir acara tersebut sebagai kunci utama untuk pemilu nanti.
Untuk pertama kalinya, Kumbh Mela kali ini diikuti oleh warga transgender atau dikenal dengan Kinnar Akhara yang dipimpin aktivis sayap kanan Lakshmi Narayan Tripathi dari Mumbai. Mereka bergabung dan melaksanakan mandi bersama di Sungai Gangga.
India telah melegalkan homoseksual pada September lalu. Tapi, komunitas mereka tetap termarjinalkan. Komunitas Kinnar Akhara mendapatkan pengawalan ketat dari polisi ketika mandi di Sungai Gangga.
(don)