Abbas: Israel Halangi Pembangunan di Timur Tengah

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:28 WIB
Abbas: Israel Halangi...
Abbas: Israel Halangi Pembangunan di Timur Tengah
A A A
NEW YORK - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengambil alih kepala kelompok negara-negara berkembang atau G-77 di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kesempatan itu, Abbas menyebut Israel melanjutkan pelanggarannya terhadap wilayah Palestina dan menghalangi pembangunan di Timur Tengah.

"Berlanjutnya penjajahan Israel dan pendudukan negara Palestina merongrong pengembangan dan kapasitas kami untuk kerja sama, koordinasi dan menghalangi perkembangan masa depan yang kohesif dari semua orang di wilayah itu," kata Abbas dalam sebuah upacara yang menandai penyerahan kursi ketua G-77 seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Rabu (16/1/2019).

Ia diserahkan palu oleh Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, ketua G-77 yang lengser.

Baca: Mulai Tugas sebagai Presiden G-77, PBB: Selamat Bertugas Palestina

Dalam pidato penerimaannya, Abbas mengatakan G77 akan berusaha untuk memastikan hak dan perkembangan semua orang yang hidup di bawah pendudukan asing dan kolonial.

Pemimpin Palestina itu mengatakan ia berkomitmen untuk solusi damai yang mengakhiri pendudukan dan realisasi kemerdekaan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, hidup berdampingan secara damai dan aman dengan negara Israel.

Palestina bereaksi keras terhadap keputusan Presiden Donald Trump pada bulan Desember 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Trump dianggap telah melanggar konsensus internasional bahwa status kota suci itu akan diputuskan dalam negosiasi.

Abbas telah memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump dan telah bersumpah untuk menentang setiap proposal perdamaian Amerika Serikat (AS) yang telah dia peringatkan akan bias dalam mendukung Israel.

Pemerintahan Trump sedang bersiap untuk meluncurkan, mungkin dalam beberapa bulan mendatang, proposal perdamaiannya yang sangat ditunggu-tunggu - meskipun pemilu Israel yang dijadwalkan pada April mendatang dapat menunda rencana itu.

AS juga telah memotong ratusan juta dolar bantuan untuk Palestina termasuk dana untuk badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA), yang terpaksa mengurangi program pendidikan dan kesehatannya.

Majelis Umum PBB tahun lalu mengadopsi resolusi yang memberikan negara pengamat Palestina hak tambahan untuk bertindak sebagai ketua G77, sebuah blok dari 134 negara di PBB.

AS memilih menentang langkah itu, dengan alasan bahwa Palestina tidak boleh diizinkan untuk mengambil kursi G-77 karena bukan negara anggota penuh.

Baca: PBB Menyetujui Resolusi Palestina Bisa Memimpin G-77

Palestina memiliki status negara pengamat non-anggota di PBB, yang memberi mereka hak istimewa tertentu seperti bergabung dengan perjanjian internasional, tetapi mereka tidak memiliki hak suara di Majelis Umum.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
26 menit yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
4 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
6 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved