Lavrov Akui Perbedaan Pendapat Hambat Perjanjian Damai dengan Jepang

Senin, 14 Januari 2019 - 23:56 WIB
Lavrov Akui Perbedaan...
Lavrov Akui Perbedaan Pendapat Hambat Perjanjian Damai dengan Jepang
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengakui, Moskow masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan dengan Jepang. Perbedaan ini menghalangi perjanjian damai untuk mengakhiri pertikaian teritorial yang telah berlangsung puluhan tahun.

Rusia dan Jepang belum menandatangani perjanjian perdamaian pasca-Perang Dunia II, karena saling klaim untuk empat pulau Pasifik, yang disebut Kuril Selatan di Rusia dan Wilayah Utara di Jepang.

Keempat pulau itu dulunya milik Jepang, yang direbut oleh Uni Soviet setelah perang dan dimasukkan kedalam wilayah Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet. Tokyo menyatakan bahwa Moskow secara ilegal menduduki pulau-pulau tersebut.

Menurut deklarasi bersama yang ditandatangani pada tahun 1956, Rusia setuju untuk mengembalikan dua pulau setelah perjanjian damai bilateral ditandatangani, sementara Jepang menolak untuk menandatangani perjanjian tersebut, bersikeras untuk mengembalikan keempat pulau.

"Saya tidak akan menyembunyikan bahwa kami masih memiliki perbedaan pandangan yang signifikan. Untuk memulai dengan posisi itu sangat bertentangan dan kami telah mengatakan ini lebih dari sekali," kata Lavrov.

"Tetapi kemauan politik para pemimpin kami untuk menormalkan sepenuhnya antara Rusia dan Jepang mendorong kami untuk mengaktifkan dialog ini," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/1).

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah mendorong perjanjian internasional dengan Rusia tentang kepulauan itu. Dia dijadwalkan mengadakan pembicaraan damai dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin bulan ini di Tokyo.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
51 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved