Pompeo Sebut Konflik Antar Negara Teluk Sudah Terlalu Lama

Minggu, 13 Januari 2019 - 23:53 WIB
Pompeo Sebut Konflik...
Pompeo Sebut Konflik Antar Negara Teluk Sudah Terlalu Lama
A A A
DOHA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan bahwa keretakan antara Qatar dan negara-negara Teluk telah berlangsung terlalu lama. Dia menyebut, konflik ini tidak akan membantu stabilitas di kawasan.

sejumlah negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik, transportasi, dan perdagangan dengan Qatar pada Juni 2017. Mereka menuduh Doha mendukung terorisme dan musuh regional mereka, Iran.

AS, yang merupakan sekutu utama GCC, melihat keretakan itu sebagai ancaman terhadap upaya menahan Iran dan sedari awal konflik, Washington telah medesak persatuan kembali negara Teluk.

"Ketika kita memiliki tantangan bersama, perselisihan antara negara-negara dengan tujuan bersama tidak pernah membantu," kata Pompeo saat menggelar konferensi pers di Ibu Kota Qatar, Doha.

"Hal ini tidak akan membuat Anda semua dapat memiliki respons yang kuat terhadap musuh bersama atau tantangan umum seperti yang mungkin Anda hadapi saat ini ," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (13/1).

Dia kemudian menyatakan harapan bahwa persatuan negara-negara anggota GCC dapat kembali pulih dalam beberapa pekan atau bulan kedepan. Pompeo menegaskan, persatuan Teluk sangat penting untuk pembentukan Aliansi Strategis Timur Tengah, yang juga akan mencakup Yordania dan Mesir.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
28 menit yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
58 menit yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
1 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
2 jam yang lalu
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved