Kawin Lari, Gadis India Dibunuh dan Dimutilasi Keluarganya

Jum'at, 11 Januari 2019 - 16:21 WIB
Kawin Lari, Gadis India...
Kawin Lari, Gadis India Dibunuh dan Dimutilasi Keluarganya
A A A
NEW DELHI - Pihak kepolisian di India timur mengatakan seorang gadis remaja menjadi korban pembunuhan demi kehormatan. Ia dibunuh dan tubuhnya dimutilasi oleh keluarganya.

Mayat dari gadis berusia 16 tahun dari Gaya, sebuah kota di negara bagian Bihar, ditemukan pada hari Minggu lalu. Foto-foto mayatnya yang dimutilasi secara luas dibagikan di media sosial bersama dengan klaim dia telah disiram asam. Aksi kejam ini memicu protes dan menyalakan lilin di kota itu.

Pembunuhan brutal di wilayah terpencil salah satu negara bagian termiskin di India itu lantas dibandingkan dengan pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswa di Delhi pada tahun 2012 yang menggerakkan gerakan perempuan dan menyebabkan demonstrasi nasional atas kekerasan seksual.

Di Bihar, keluarga gadis itu mengklaim dia diperkosa dan dibunuh. Pihak kepolisian bekerja lambat dalam mencarinya sejak dia dilaporkan hilang pada 28 Desember. Tetapi pada hari Kamis pihak berwenang mengatakan mereka percaya keluarga gadis itu bertanggung jawab atas kematiannya.

"Ini adalah kasus pembunuhan demi kehormatan," kata kepala polisi Gaya, Rajiv Kumar Mishra.

“Gadis itu kawin lari dengan seseorang pada 28 Desember dari rumahnya di Patwa Panchayat tetapi kembali setelah tiga hari. Ini membuat orang tua marah, yang merencanakan pembunuhan berdarah dingin dengan bantuan seorang teman tukang daging,” jelasnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (11/1/2019).

Ia mengatakan hasil post-mortem telah mengesampingkan pemerkosaan dan saudara perempuan gadis itu mengatakan kepada polisi bahwa dia terakhir melihatnya dengan tukang daging pada tanggal 31 Desember.

"Setelah merekonstruksi tubuh, kami memanggil orang tua ke kantor polisi beberapa kali untuk mencatat pernyataan mereka, tetapi mereka membuat alasan yang lemah dan tidak muncul," kata Mishra, menurut Hindustan Times.

“Upaya meragukan mereka untuk lolos dari interogasi semakin menguatkan kecurigaan kami. Sementara itu kami memeriksa tukang daging yang menceritakan seluruh kejadian," ungkapnya.

Mishra mengatakan kawin lari dihukum berat di daerah itu dan penduduk setempat membekukan siapa saja yang menikah tanpa sanksi keluarga dan komunitas mereka.

Media India melaporkan serangkaian pembunuhan besar-besaran setiap tahun yang dilakukan pria dan wanita yang menikah karena menentang kasta, agama, atau adat istiadat komunitas mereka.

Ada 69 pembunuhan demi kehormatan di India pada 2016 menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional negara itu, tahun terakhir yang datanya tersedia. Namun para aktivis mengatakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi, diperburuk oleh nilai-nilai patriarki yang mendalam dan keterikatan yang melekat pada kasta.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
1 jam yang lalu
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
2 jam yang lalu
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
5 jam yang lalu
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
9 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved