Pensiunan Jenderal Ungkap Rahasia Militer Israel

Kamis, 10 Januari 2019 - 20:52 WIB
Pensiunan Jenderal Ungkap...
Pensiunan Jenderal Ungkap Rahasia Militer Israel
A A A
TEL AVIV -
Pensiunan militer Israel, Mayor Jenderal Yitzhak Brick mengungkap rahasia, sekaligus kelemahan militer Israel. Brick menyatakan bahwa tentara Israel tidak siap, baik secara mental ataupun kemampuan, untuk terjun di medan perang.

Bricks, yang baru saja pensiun dengan jabatan terakhir sebagai ombudsman Pasukan Pertahanan Israel atau IDF, mengatakan militer Israel saat ini tidak mempersiapkan tentara dengan baik.

"Israel saat ini membentuk tentara ke dalam situasi di mana ia dapat memberikan jawaban atas dua ancaman Lebanon dan Gaza. Tampaknya telah terjadi perubahan di Timur Tengah, Suriah telah kembali. Ancaman utama yang belum dipertimbangkan sudah dekat kita," ucapnya.

"Bagaimana Anda membangun pasukan tanpa mempertimbangkan perubahan di Timur Tengah? Ini adala sesuatu tidak bertanggung jawab di tingkat nasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (10/1).

Doa mengatakan misinya sebagai ombudsman adalah memecahkan gelembung ilusi IDF, yakni apa yang terjadi dengan militer Israel, perkembangan apa saja, hanya boleh diketahui oleh lingkup internal.

"Rahasia terdalam militer, bahwa mereka melakukan segalanya untuk menjaga keamanan, adalah bahwa apa yang terjadi di militer tetap ada di sana. Mereka telah melakukannya dengan sukses luar biasa sampai hari ini, sampai Brick ini datang dan memecahkan gelembung," ungkapnya.

Bricks sendiri memang dikenal sebagai pengkritik militer Israel, bahkan sejak dia masih menjabat. Juni lalu, ia mengutip kekurangan dokter dan psikiater, serta langkah-langkah pemotongan biaya, yang katanya memiliki efek negatif pada moral para perwira muda dan NCO.

Brick menyalahkan kelemahan ini pada strategi reformasi lima tahun yang dirilis tahun 2015, yang mengusulkan pengurangan jumlah prajurit yang berkarir menjadi kurang dari 40 ribu, dan mengurangi wajib militer sebanyak tiga bulan untuk pria. Perubahan ini mengakibatkan kelelahan dan hilangnya motivasi di antara petugas yang tersisa,
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
3 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
8 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved