Australia Ciduk Terduga Pengirim 38 Paket Mencurigakan

Kamis, 10 Januari 2019 - 13:40 WIB
Australia Ciduk Terduga...
Australia Ciduk Terduga Pengirim 38 Paket Mencurigakan
A A A
CANBERRA - Pihak kepolisian federal Australia, AFP, mengatakan seorang pria telah ditangkap karena mengirim 38 paket mencurigakan ke konsulat dan kedutaan besar di Canberra, Melbourne dan Sydney. Pihak berwenang juga menyatakan tidak ada ancaman berkelanjutan bagi publik.

Pria berusia 48 tahun itu dituduh mengirim benda berbahaya untuk dibawa oleh layanan pos, sebuah pelanggaran yang berujung pada ancaman hukuman penjara maksimum 10 tahun.

Paket-paket itu diyakini mengandung zat tak dikenal yang bersumber dari rumah pria itu di Shepparton, sekitar 200 km utara Melbourne, kata polisi.

"Pengujian forensik akan dilakukan pada mereka untuk menentukan komposisi yang tepat dari bahan di dalamnya," kata AFP dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/1/2019).

Pihak berwenang mengatakan mereka telah memeriksa 29 parsel, meyakini akan menemukan apapun dari paket yang tersisa.Pria yang ditangkap itu akan menghadapi pengadilan di Melbourne pada hari Kamis.
Polisi mengirimkan sejumlah tim ke beberapa konsulat pada hari Rabu setelah menerima laporan terkait paket mencurigakan dari staf. Beberapa paket dilaporkan diberi label asbes. Isi paket itu masih diidentifikasi. Tidak ada laporan tentang kecelakaan yang terjadi pada staf.

Pihak berwajib terlihat di konsulat milik Inggris, AS, Swiss, Pakistan, India, Yunani, Korea Selatan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Swiss dan Prancis, media Australia melaporkan.

Pemerintah Australia telah mengeluarkan peringatan kepada misi asing pada hari Selasa tentang kiriman mencurigakan, setelah penemuan tiga paket sebelumnya.

"Catatan itu menyarankan misi untuk menangani surat sesuai dengan protokol dan instruksi pemerintah mereka sendiri," kata Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam sebuah pernyataan.
(ian)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
33 menit yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
2 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
4 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
4 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
7 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
9 jam yang lalu
Infografis
Australia Operasikan...
Australia Operasikan 72 Jet Tempur Siluman F-35 Siap Tempur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved