Mantan Ajudan Bush Prediksi Trump Akan Mundur Demi Kekebalan Hukum

Rabu, 09 Januari 2019 - 21:23 WIB
Mantan Ajudan Bush Prediksi...
Mantan Ajudan Bush Prediksi Trump Akan Mundur Demi Kekebalan Hukum
A A A
WASHINGTON - Alan J. Steinberg, penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) pada masa kepemimpinan George W. Bush mengatakan, dia tidak percaya Donald Trump akan lengser dari jabatannya melalui jalur pemakzulan. Steinberg menyebut, Trump justru akan mundur atas keputusan dia sendiri.

Melalui sebuah tulisan yang dipublikasikan di The Star-Ledger, Steinberg menuturkan, dia percaya Trump akan mundur pada tahun ini, dengan imbalan kekebalan untuknya dan keluarganya.

"Trump tidak akan dicopot dari jabatannya melalui proses pemakzulan dan penghapusan konstitusional," tulis Steinberg dalam The Star-Ledger, seperti dilansir Newsweek pada Rabu (9/1).

"Sebagai gantinya, pembuat kesepakatan tertinggi yang mengaku dirinya akan menggunakan jabatanya sebagai alat tawar-menawar dengan otoritas federal dan negara pada 2019, setuju untuk meninggalkan kantor sebagai imbalan bagi otoritas terkait untuk tidak mengajukan tuntutan pidana terhadapnya, anak-anaknya atau organisasinya," sambungnya.

Steinberg mencatat, bahwa seandainya Parlemen AS memakzulkan Trump, 20 senator Republik harus memutuskan hubungan dengan Trump untuk dapat melengserkannya dan itu tampaknya sangat tidak mungkin.

Dia menulis, banyak permasalahan hukum yang dihadapi Trump, menjadi salah satu faktor utama yang dapat membuat dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari Gedung Putih.

"Selain dari semua mimpi buruk hukum yang dihadapi Trump dan kepresidenannya, tampaknya hampir tidak mungkin bagi Trump untuk dipilih kembali pada tahun 2020. Ekonomi tampaknya menuju ke resesi yang parah, sebagaimana dibuktikan oleh kejatuhan baru-baru ini di pasar saham, yang muncul dalam penutupan Desember, terburuk sejak Depresi Hebat," ungkapnya.

"Hanya ada dua tahun tersisa dalam masa jabatan Trump. Dengan peringkat persetujuannya dalam kondisi buruk, dan resesi yang akan datang, membuat hampir tidak mungkin bagi Trump untuk melakukan pemulihan politik, tampaknya ia kemungkinan akan menggunakan kelanjutan kepresidenannya sebagai alat tawar-menawar," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
1 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
2 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
5 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
5 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
6 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved