Ramos-Horta Desak Indonesia dan OPM Dialog

Selasa, 08 Januari 2019 - 08:48 WIB
Ramos-Horta Desak Indonesia...
Ramos-Horta Desak Indonesia dan OPM Dialog
A A A
JAKARTA - Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta mendesak pemerintah Indonesia untuk mengadakan pembicaraan atau dialog dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya, dialog diperlukan untuk membantu mengakhiri pemberontakan selama puluhan tahun di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Ramos-Horta merupakan penerima Hadiah Nobel Perdamaian 1996 dan Presiden Timor Leste periode 2017-2012. Dia yakin masa depan wilayah Papua berada di Indonesia, bukan sebagai negara terpisah.

"Bicaralah dengan orang Papua, OPM (Organisasi Papua Merdeka), tetapi sebagai saudara Indonesia," kata Ramos-Horta dalam sebuah wawancara pekan lalu.

"Orang Papua, mereka harus merasa bahwa pemerintah, orang-orang di Jawa, benar-benar peduli pada mereka," katanya lagi, yang dilansir AP, Selasa (8/1/2019).

Konflik antara pasukan Indonesia dan OPM berkobar lagi bulan lalu ketika kelompok separatis bersenjata di Nduga membantai sekitar 17 warag sipil yang bekerja di lokasi pembangunan jalan raya trans Papua yang merupakan bagian penting dari upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Papua.

Sejak konflik terbaru pecah, militer Indonesia merasa difitnah dengan laporan penggunaan bom posfor putih di Nduga. Militer Indonesia menegaskan tuduhan itu sama sekali tidak berdasar, tidak faktual, dan menyesatkan.

Sejauh ini Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menolak gagasan pembicaraan dengan OPM.

Ramos-Horta mengatakan kedua pihak perlu menahan diri.

"Jadi, pertama, mereka harus menyerah (menghentikan) serangan bersenjata terhadap warga sipil Indonesia atau pihak berwenang militer, tetapi pada saat yang sama militer Indonesia juga harus menahan diri agar tidak menindak, menyerang orang-orang setiap kali mereka berdemonstrasi," katanya.

Ramos-Horta mengatakan situasi di Papua tidak sebanding dengan perjuangan kemerdekaan Timor Lorosa'e (Timor Leste) dan tidak ada peran bagi PBB dalam konflik tersebut.

Menurutnya, Timor Leste yang dulunya bermama Timor Timur, adalah koloni Portugis atau Portugal selama lebih dari 400 tahun sebelum Indonesia menginvasi pada tahun 1975. Sedangkan Papua adalah bagian dari kekaisaran Hindia Belanda yang merupakan basis bagi perbatasan Indonesia modern.

Dia percaya Jokowi berkomitmen untuk mengakhiri konflik Papua tanpa merevisi perbatasan Indonesia.

"Dia akan melakukan segala upaya untuk melibatkan saudara dan saudari di Papua dalam dialog untuk menemukan penyelesaian konflik," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Jokowi Sambut José...
Jokowi Sambut José Ramos-Horta, Sepakati Kerja Sama Indonesia - Timor Leste
Latihan Timnas Timor...
Latihan Timnas Timor Leste Jelang Menghadapi Indonesia
Hasil Babak Pertama...
Hasil Babak Pertama Timnas Indonesia vs Timor Leste: Skuad Garuda Hujani Gawang El Lafaek
Keberlanjutan Rekonsiliasi...
Keberlanjutan Rekonsiliasi Indonesia-Timor Leste
Media Vietnam Sindir...
Media Vietnam Sindir Timnas Putri Indonesia U-19 Gara-gara Menang Telak Lawan Timor Leste
Melihat Persiapan Timnas...
Melihat Persiapan Timnas Indonesia Jelang Lawan Timor Leste
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
31 menit yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
1 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
2 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
3 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
5 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved