Giliran Keluarga Co Pilot Lion Air JT610 Tuntut Boeing

Sabtu, 29 Desember 2018 - 14:58 WIB
Giliran Keluarga Co...
Giliran Keluarga Co Pilot Lion Air JT610 Tuntut Boeing
A A A
CHICAGO - Keluarga Co Pilot Lion Air JT610 yang jatuh pada bulan Oktober lalu mengajukan gugatan terhadap Boeing Co di Chicago. Gugatan ini menambah deretan tuntutan terhadap produsen pesawat komersil itu di kota asalnya.

Gugatan tersebut diajukan pada hari Jumat waktu setempat di pengadilan sirkuit wilayah Cook, Illinois. Dalam gugatannya, pihak keluarga menuding Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air berbahaya karena sensornya memberikan informasi yang tidak konsisten kepada pilot dan pesawat seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/12/2018).

Boeing menolak berkomentar tentang proses pengadilan yang tertunda.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 jatuh ke Laut Jawa setelah lepas landas dari Jakarta pada 29 Oktober lalu. Peristiwa itu menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawar yang berjumlah 189.

Tuntutan diajukan atas nama janda pilot Harvino dan tiga anaknya, yang semuanya berasal dari Jakarta. Tuntutan ini juga menyebut bahwa instruksi manual yang disediakan oleh Boeing dengan pesawat berusia dua bulan tidak cukup, yang menyebabkan kematian pilot, kru dan penumpang.

Dalam sebuah pernyataan, firma hukum Gardiner Koch Weisberg & Wrona mengatakan Harvino dan Kapten Penerbangan Bhayve Suneja sama-sama pilot berpengalaman, setelah mencatat lebih dari 5.000 dan 6.000 jam terbang sebelum bencana itu terjadi.

Setidaknya dua tuntutan hukum lainnya telah diajukan terhadap Boeing di Chicago oleh para korban Lion Air.

Baca: Keluarga Korban Lion Air JT610 Gugat Boeing


Sebuah laporan pendahuluan oleh para penyelidik Indonesia berfokus pada pemeliharaan dan pelatihan maskapai penerbangan dan respons anti-stall system Boeing terhadap sensor yang baru saja diganti tetapi tidak memberikan alasan bagi kecelakaan itu.

Salah satu penyelidik, Nurcahyo Utomo, mengatakan kepada wartawan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah versi baru anti-stall system, yang tidak dijelaskan kepada pilot dalam manual, merupakan faktor penyebab.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Amerika Serikat Dukung...
Amerika Serikat Dukung Indonesia Jadi Anggota FATF
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
BRICS Menambah Indonesia,...
BRICS Menambah Indonesia, Waspadai Ancaman Amerika Serikat
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
59 menit yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
1 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
3 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
5 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
5 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
Pilot Jet Tempur F-16...
Pilot Jet Tempur F-16 Ukraina Pavlo Ivanov Dapat Gelar Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved