Iran Wanti-wanti Kapal Perang AS Tidak Dekati Perairannya
Selasa, 25 Desember 2018 - 15:00 WIB
Iran Wanti-wanti Kapal Perang AS Tidak Dekati Perairannya
A
A
A
TEHERAN - Wakil Kepala Tentara Iran untuk Koordinasi Laksamana Muda Habibollah Sayyari mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah membiarkan kapal perang Amerika Serikat (AS) mendekati perairan teritorialnya. Ia pun menegaskan Iran siap untuk menanggapi setiap tindakan apa pun oleh Washington.
Pernyataan itu dikeluarkan Sayyari ketika menjelaskan reaksi Angkatan Laut Iran terhadap kembalinya kapal induk AS, USS John C. Stennis, ke Teluk Persia pada hari Jumat lalu setelah lama absen.
"Tanggapan Angkatan Bersenjata dan Tentara Republik Islam adalah bahwa kita tidak akan pernah membiarkan mereka (kapal perang AS) mendekati perairan teritorial kita," tegas Sayyari seperti disitat dari Sputnik, Selasa (25/12/2018).
Dia juga mencatat bahwa kehadiran kapal perang AS tidak menimbulkan ancaman signifikan terhadap Iran.
"AS tidak dapat mengambil tindakan apa pun terhadap kami, karena kami sangat siap dan memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi aksi publisitas seperti itu,” ujarnya.
Baca: Iran Sebut Keberadaan Kapal Induk AS Bukan Ancaman
Laksamana Sayyari menambahkan bahwa negara mana pun diizinkan berlayar di perairan internasional seperti halnya Angkatan Laut Iran.
Pada hari Senin, bersamaan dengan kedatangan kapal induk AS, Garda Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengadakan tahap terakhir dari latihan militer "Great Prophet 12" di Teluk Persia, yang berisi komponen "ofensif" dalam strategi militer Iran. Latihan tersebut menampilkan operasi amfibi dan penyitaan jembatan di sepanjang garis pantai dan meminta berbagai unit Angkatan Darat IRGC, drone, dan pesawat patroli cepat Zolfaqar.
Baca: AS Kirim Kapal Induk, Iran Gelar Latihan Dekat Selat Hormuz
Armada ke-5 AS saat ini dikerahkan di Teluk Persia. Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa tindakan pelanggaran di perairan teritorialnya akan ditanggapi dengan segera dan sesuai dengan pelanggaran.
Pernyataan itu dikeluarkan Sayyari ketika menjelaskan reaksi Angkatan Laut Iran terhadap kembalinya kapal induk AS, USS John C. Stennis, ke Teluk Persia pada hari Jumat lalu setelah lama absen.
"Tanggapan Angkatan Bersenjata dan Tentara Republik Islam adalah bahwa kita tidak akan pernah membiarkan mereka (kapal perang AS) mendekati perairan teritorial kita," tegas Sayyari seperti disitat dari Sputnik, Selasa (25/12/2018).
Dia juga mencatat bahwa kehadiran kapal perang AS tidak menimbulkan ancaman signifikan terhadap Iran.
"AS tidak dapat mengambil tindakan apa pun terhadap kami, karena kami sangat siap dan memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi aksi publisitas seperti itu,” ujarnya.
Baca: Iran Sebut Keberadaan Kapal Induk AS Bukan Ancaman
Laksamana Sayyari menambahkan bahwa negara mana pun diizinkan berlayar di perairan internasional seperti halnya Angkatan Laut Iran.
Pada hari Senin, bersamaan dengan kedatangan kapal induk AS, Garda Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengadakan tahap terakhir dari latihan militer "Great Prophet 12" di Teluk Persia, yang berisi komponen "ofensif" dalam strategi militer Iran. Latihan tersebut menampilkan operasi amfibi dan penyitaan jembatan di sepanjang garis pantai dan meminta berbagai unit Angkatan Darat IRGC, drone, dan pesawat patroli cepat Zolfaqar.
Baca: AS Kirim Kapal Induk, Iran Gelar Latihan Dekat Selat Hormuz
Armada ke-5 AS saat ini dikerahkan di Teluk Persia. Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa tindakan pelanggaran di perairan teritorialnya akan ditanggapi dengan segera dan sesuai dengan pelanggaran.
(ian)