Drama Drone Pengacau Berakhir, Bandara Gatwick Kembali Dibuka

Jum'at, 21 Desember 2018 - 22:46 WIB
Drama Drone Pengacau...
Drama Drone Pengacau Berakhir, Bandara Gatwick Kembali Dibuka
A A A
LONDON - Bandara Gatwick London dibuka kembali pada Jumat (21/12/2018) setelah kemunculan drone misterius yang menimbulkan kekacauan dan menyebabkan puluhan ribu penumpang tedampar selama tiga hari terakhir.

Pihak kepolisian masih memburu operator pesawat tak berawak itu, sementara sumber daya militer telah dikerahkan untuk menjaga bandara tersibuk kedua di Inggris tersebut.

Seorang juru bicara Gatwick mengatakan bahwa 91 dari 412 jadwal kedatangan pada hari ini telah dibatalkan, sementara 64 dari 371 keberangkatan yang dijadwalkan juga telah dibatalkan.

Penumpang, banyak yang mencoba pulang ke rumah untuk Natal atau memulai liburan mereka, disarankan untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum bepergian ke bandara.

Chief Operating Officer Gatwick, Chris Woodroofe kepada radio BBC mengatakan, polisi belum menemukan operator pesawat tak berawak dan bandara hanya mampu membuka kembali landasan tunggal karena langkah-langkah mitigasi tambahan yang disediakan oleh lembaga pemerintah dan militer.

Tentara dipanggil pada hari Kamis untuk memberikan dukungan, dengan kementerian pertahanan menyebarkan apa yang digambarkan hanya sebagai peralatan khusus.

Menteri Transportasi Chris Grayling mengatakan kepada BBC bahwa kemampuan militer sedang dikerahkan.

"Ada berbagai langkah yang ada hari ini yang harus memberi para penumpang keyakinan bahwa mereka aman untuk terbang," katanya seperti dikutip dari AFP.

Pejabat pemerintah mengadakan pertemuan darurat pada hari Jumat untuk membahas situasi di bandara Gatwick.

Gatwick, sekitar 50 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Inggris, adalah bandara kedelapan tersibuk di Eropa dan terletak di belakang Mumbai sebagai bandara udara dengan landasan pacu tunggal tersibuk di dunia.

Penerbangan kedatangan dialihkan ke bandara lain, termasuk Paris, sementara penumpang yang menunggu untuk lepas landas menghadapi penundaan yang sangat melelahkan.

Di bawah undang-undang Inggris yang baru, drone tidak dapat diterbangkan dekat pesawat atau dalam jarak satu kilometer dari bandara, atau pada ketinggian lebih dari 122 meter.

Pelanggar menghadapi hukuman lima tahun penjara karena membahayakan pesawat terbang.
(ian)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
1 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
2 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
3 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
4 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved