Lagi, Rusia Berhasil Uji Rudal Hipersonik Berbasis Kapal

Jum'at, 21 Desember 2018 - 09:41 WIB
Lagi, Rusia Berhasil...
Lagi, Rusia Berhasil Uji Rudal Hipersonik Berbasis Kapal
A A A
WASHINGTON - Rusia kembali melakukan uji coba rudal hipersonik berbasis kapal. Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkap uji coba senjata yang belum bisa ditangkal sistem pertahanan Washington itu, berhasil.

Para pejabat yang mengetahui laporan intelijen itu mengungkapkannya kepada CNBC. Menurut mereka, Rusia telah melakukan lima kali uji coba rudal hipersonik berbasis kapal sejak 2015.

Tes terakhir diketahui dilakukan dari perangkat yang dijuluki rudal "Tsirkon" atau "Zircon". Tes ini berhasil dilakukan 10 Desember dan mencapai kecepatan tertinggi Mach 8 atau sekitar delapan kali kecepatan suara.

"Apa yang kita lihat dengan senjata khusus ini adalah bahwa Rusia merancangnya untuk memiliki kemampuan tujuan rangkap, yang berarti, itu dapat digunakan melawan target di darat serta kapal di laut," kata salah satu sumber tersebut kepada CNBC yang dilansir Jumat (21/12/2018).

"Tes sukses minggu lalu menunjukkan bahwa Rusia mampu mencapai penerbangan berkelanjutan, suatu prestasi yang sangat penting dalam pengembangan senjata hipersonik," ujarnya.

Laporan intelijen AS, menurut salah satu sumber, mencatat bahwa produksi massal rudal semacam itu akan dimulai pada 2021 dan akan bergabung dengan gudang senjata Kremlin tidak lebih awal dari 2022.

Perkembangan terakhir ini akan membuat AS berpikir lebih keras untuk menghadapi persenjataan hipersonik yang canggih dari Rusia. Selain Rusia, China juga mengembangkan senjata serupa.

Namun, James Acton, co-director Program Kebijakan Nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, membantah anggapan bahwa perkembangan Rusia dan China akan melampaui upaya pengembangan senjata hipersonik AS.

“Saya belum tentu setuju dengan karakterisasi bahwa AS berada di belakang kaki mereka. Semua bukti yang saya lihat adalah bahwa AS secara signifikan memiliki tujuan yang lebih ambisius daripada orang-orang Rusia dan China, ”katanya.

"Saya tidak ingin berpura-pura bahwa perkembangan ini tidak relevan dan bahwa AS dapat mengabaikannya begitu saja. Jelas, ada peningkatan kualitatif dalam tingkat ancaman dengan pengembangan rudal seperti Tsirkon, yang signifikan," ujarnya.

"Tetapi poin saya adalah bahwa reaksi nafas yang sering Anda dengar untuk perkembangan ini, saya pikir, dapat dibesar-besarkan," ujarnya.

Pemerintah maupun militer Rusia belum mengonfirmasi uji coba rudal hipersonik berbasis kapal seperti yang dilaporkan intelijen AS. Pemerintah AS maupun Pentagon juga belum berkomentar.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
41 menit yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
1 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
2 jam yang lalu
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
3 jam yang lalu
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
3 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
3 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved