Pompeo Bakal 'Serang' Program Rudal Iran di Pertemuan DK PBB
Rabu, 12 Desember 2018 - 15:43 WIB
Pompeo Bakal 'Serang' Program Rudal Iran di Pertemuan DK PBB
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, diperkirakan akan menyerang program rudal Iran saat menghadiri pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal itu diungkapkan oleh Departemen Luar Negeri AS.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh wakil juru bicara Departemen Luar Negeri, Robert Palladino, Pompeo akan melakukan perjalanan ke New York pada hari Rabu untuk menghadiri pertemuan PBB seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (12/12/2018).
Pada 1 Desember, Pompeo menuduh Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa hulu ledak ganda yang melanggar Resolusi PBB nomor 2231.
"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan yang terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan kala itu.
Beberapa jam sebelum pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi uji coba rudal balistik baru-baru ini.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa masalah rudal Teheran tidak pernah tunduk pada negosiasi dan tidak ada dalam Resolusi PBB nomor 2231 yang melarang Iran dari mengembangkan program rudalnya.
"Doktrin pertahanan kita pada dasarnya didasarkan pada pencegahan dan itu bersifat defensif, bukan ofensif," tegas Zarif.
Iran telah berulang kali menekankan bahwa program rudalnya adalah untuk mencegah dan tidak akan berhenti berkembang.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh wakil juru bicara Departemen Luar Negeri, Robert Palladino, Pompeo akan melakukan perjalanan ke New York pada hari Rabu untuk menghadiri pertemuan PBB seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (12/12/2018).
Pada 1 Desember, Pompeo menuduh Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa hulu ledak ganda yang melanggar Resolusi PBB nomor 2231.
"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan yang terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan kala itu.
Beberapa jam sebelum pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi uji coba rudal balistik baru-baru ini.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa masalah rudal Teheran tidak pernah tunduk pada negosiasi dan tidak ada dalam Resolusi PBB nomor 2231 yang melarang Iran dari mengembangkan program rudalnya.
"Doktrin pertahanan kita pada dasarnya didasarkan pada pencegahan dan itu bersifat defensif, bukan ofensif," tegas Zarif.
Iran telah berulang kali menekankan bahwa program rudalnya adalah untuk mencegah dan tidak akan berhenti berkembang.
(ian)