Hillary Clinton Tuduh Trump Ikut Tutupi Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kamis, 29 November 2018 - 06:59 WIB
Hillary Clinton Tuduh...
Hillary Clinton Tuduh Trump Ikut Tutupi Kasus Pembunuhan Khashoggi
A A A
WASHINGTON - Mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat dalam menyembunyikan kebenaran tentang pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Tuduhan disampaikan dalam pidatonya di Toronto, 27 November lalu.

"Kami memiliki seorang presiden yang merupakan bagian dari penyamaran tentang apa yang terjadi di konsulat atau kedutaan itu, ketika Khashoggi dibunuh," kata Hillary.

Menurutnya, Trump dan orang-orang terdekatnya memiliki kepentingan komersial pribadi dalam menyembunyikan insiden di sekitar pembunuhan Khashoggi.

Presiden Trump telah mendapat kecaman karena menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (AS) mungkin mengetahui tentang pembunuhan Khashoggi, namun AS akan tetap menjadi mitra strategis bagi Riyadh.

Dia mencatat bahwa AS akan menjadi "bodoh" untuk mengakhiri kontrak ekspor senjata dengan Kerajaan Saudi. Komentar itu sebagai respons terhadap sebuah gerakan di Kongres yang mendesak pemerintah AS membatalkan kontrak penjualan senjata tersebut sebagai respons atas pembunuhan sang jurnalis.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengatakan tidak ada bukti langsung yang menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dia memperingatkan agar jangan mencoba merusak ikatan Washington-Riyadh. Pompeo berbicara kepada wartawan setelah dia dan Menteri Pertahanan James Norman Mattis mengatakan kepada Senat di balik pintu tertutup bahwa melemahnya hubungan AS-Saudi atas pembunuhan itu akan merugikan keamanan nasional.

"Tidak ada laporan langsung yang menghubungkan Putra Mahkota dengan perintah untuk membunuh Jamal Khashoggi," kata Pompeo, yang dilansir Reuters, Kamis (29/11/2018).

Jurnalis Arab Saudi pengkritik kerajaan itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Jaksa Penuntut Umum Saudi mengakui Khashoggi terbunuh oleh "operasi nakal" yang melibatkan sekitar 15 orang di konsulat. Lima tersangka utama akan dituntut hukuman mati.
(mas)
Berita Terkait
Diserang Wartawan Soal...
Diserang Wartawan Soal Pembunuhan Khashoggi, Trump Bela MBS di Gedung Putih
Hillary Clinton Tuduh...
Hillary Clinton Tuduh Trump Tutupi Epstein Files, Desak Dirilis Total
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Mengurai Pertemanan...
Mengurai Pertemanan Dekat Jamal Khashoggi dengan Osama bin Laden
Trump Cabut Izin Keamanan...
Trump Cabut Izin Keamanan bagi Harris, Clinton, dan Keluarga Biden
10 Skandal Politik yang...
10 Skandal Politik yang Mengguncang AS dalam Setengah Abad Sejak Watergate
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
11 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved