Horor, Pesawat Melenceng 50 Km Gara-gara Pilot Tertidur
Selasa, 27 November 2018 - 12:57 WIB
Horor, Pesawat Melenceng 50 Km Gara-gara Pilot Tertidur
A
A
A
CANBERRA - Seorang pilot pesawat terbang carter mendarat hampir dari 50 km dari lokasi seharusnya. Pilot tersebut diduga tertidur selama penerbangan tersebut.Biro Keamanan Transportasi Australia, ATSB, mengatakan mereka sedang menyelidiki kasus "ketidakmampuan pilot" setelah penerbangan 8 November dari Devonport di Tasmania menuju King Island yang berdekatan.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan penerbangan 06.21 pagi mendarat dengan selamat di Bandara King Island dekat kota Currie melenceng dari lokasi semestinya sejauh 46 km.
Data, yang disitir Daily Mail dari The Australian, Selasa (27/11/2018), menunjukkan perjalanan itu adalah salah satu dari tujuh penerbangan yang diterbangkan hari itu oleh Piper PA-31 Navajo VH-TWU.
Pesawat bermesin ganda itu dapat mengangkut sembilan penumpang dan dibangun pada 1975.
Dalam sebuah pernyataan, ATSB mengatakan penyelidikan akan melibatkan meninjau prosedur operasional Vortex Air dan mewawancarai pilot.
ATSB menduga bahwa selama penerbangan pilot jatuh tertidur yang mengakibatkan pesawat melenceng dari Pulau King sejauh 46 km.
Penyelidik telah mengklasifikasikannya sebagai insiden operasional yang serius dan sedang dalam proses mengumpulkan bukti menjelang laporan akhir.
Laporan ini akan dipublikasikan pada akhir investigasi, yang diharapkan akan keluar pada Maret 2019.
Direktur pelaksana Vortex Air Colin Tucker menolak mengomentari investigasi ketika dihubungi.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan penerbangan 06.21 pagi mendarat dengan selamat di Bandara King Island dekat kota Currie melenceng dari lokasi semestinya sejauh 46 km.
Data, yang disitir Daily Mail dari The Australian, Selasa (27/11/2018), menunjukkan perjalanan itu adalah salah satu dari tujuh penerbangan yang diterbangkan hari itu oleh Piper PA-31 Navajo VH-TWU.
Pesawat bermesin ganda itu dapat mengangkut sembilan penumpang dan dibangun pada 1975.
Dalam sebuah pernyataan, ATSB mengatakan penyelidikan akan melibatkan meninjau prosedur operasional Vortex Air dan mewawancarai pilot.
ATSB menduga bahwa selama penerbangan pilot jatuh tertidur yang mengakibatkan pesawat melenceng dari Pulau King sejauh 46 km.
Penyelidik telah mengklasifikasikannya sebagai insiden operasional yang serius dan sedang dalam proses mengumpulkan bukti menjelang laporan akhir.
Laporan ini akan dipublikasikan pada akhir investigasi, yang diharapkan akan keluar pada Maret 2019.
Direktur pelaksana Vortex Air Colin Tucker menolak mengomentari investigasi ketika dihubungi.
(ian)