Presiden Interpol Direbut Korea Selatan

Kamis, 22 November 2018 - 09:40 WIB
Presiden Interpol Direbut...
Presiden Interpol Direbut Korea Selatan
A A A
DUBAI - Badan polisi internasional (Interpol) memilih Kim Jong-yang dari Korea Selatan (Korsel) sebagai pemimpin lembaga tersebut. Kim mengalahkan kandidat presiden Interpol asal Rusia yang memicu kekhawatiran Eropa dan Amerika Serikat (AS) terhadap intervensi Kremlin.

Interpol yang beranggota 194 negara bertemu di Dubai untuk kongres tahunan. Mereka memilih Kim untuk menggantikan Meng Hongwei dari China yang menghilang sejak September lalu. Meng mundur dan dikabarkan tengah menjalani penyelidikan dugaan suap.

Interpol menyatakan, Kim yang sudah menjadi pelaksana tugas pemimpin Interpol, dipilih untuk masa jabatan dua tahun. Jabatan presiden Interpol umumnya hanya seremonial dan biasanya bertugas selama empat tahun. Kemudian, Nestor R. Roncaglia dari Argentina terpilih sebagai Wakil Presiden Interpol untuk wilayah Amerika.

“Dunia kita kini menghadapi perubahan tak menentu di mana tantangan besar terhadap keamanan dan keselamatan publik,” kata Kim dalam sidang umum Interpol di Dubai, dilansir Reuters. “Untuk mengatasi hal tersebut, kita membutuhkan visi yang jelas: kita harus membangun jembatan menuju masa depan,” paparnya.

Pekerjaan harian akan ditangani Sekjen Interpol Jurgen Stock dari Jerman. Tapi, presiden Interpol masih memiliki komando untuk mempengaruhi jalannya organisasi.

Kandidat presiden Interpol asal Rusia Alexander Prokopchuk, mayor jenderal polisi dan satu dari empat wakil presiden, memicu kekhawatiran Eropa dan AS mengenai kemungkinan Rusia mengeksploitasi kekuatan Interpol. Rusia menyatakan adanya tekanan dari luar untuk mempengaruhi pemilihan presiden Interpol. Namun, mereka tidak melihat ada faktor yang mempengaruhi pemilihan itu tidak memiliki legitimasi. Prokopchuk menolak berkomentar mengenai berbagai tudingan miring tentangnya.

Kim, 57, pernah bekerja di Kepolisian Korsel selama 20 tahun sebelum pensiun pada 2015. Presiden Korsel Moon Jae-in mengucapkan selamat kepada Kim yang menjadi orang Korsel pertama yang memimpin organisasi tersebut. “Kita sangat bangga. Saya bersama rakyat kita, mengucapkan selamat,” kata Moon.

AS sebelumnya mendukung Kim untuk memimpin Interpol. Itu setelah para Senator AS menuding Rusia mengeksploitaitasi Interpol untuk menguatkan kepentingan Moskow. Kremlin menuding pernyataan sekelompok Senator AS terhadap Rusia merupakan betuk campur tangan pemilu.

Di Eropa, mantan perdana menteri (PM) Belgia dan anggota parlemen Eropa Guy Verhofstadt mengungkapkan negara bebas dan demokratis mungkin membutuhkan organisasi pararel jika Prokopchuk terpilih. “Rusia konsisten menyalahgunakan Interpol untuk menangkap politikus oposisi,” ujar Verhofstadt.

Kenapa Prokopchuk begitu kontroversial? Prokopchuk merupakan jenderal Rusia yang telah bertahun-tahun bekerja di kementerian dalam negeri. Dia pernah ditunjuk kepala biro Interpol di Moskow dan kerap menyalahgunakan dengan mengajukan para politikus oposisi dalam daftar buronan.

Dalam pandangan Louis Shelley, pakar kejahatan transnasional di Universitas George Mason mengatakan, meskipun presiden Interpol hanya bersifat seremonial, tetap memiliki pengaruh terhadap kebijakan. “Itu bukan hanya figur sebagai kepala,” ujar Shelley dilansir CNN. Jika kandidat Rusia terpilih sebagai presiden Interpol, maka lembaga keamanan itu bisa menjadi alat pemerintahan yang otoriter. (Andika Hendra)
(nfl)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
3 Alasan 5 Negara NATO...
3 Alasan 5 Negara NATO Ini Tolak Rencana Pendanaan Wajib untuk Ukraina
13 menit yang lalu
6 Fakta Pulau Abu Musa...
6 Fakta Pulau Abu Musa di Iran yang Jadi Target 2.400 Bom dan Rudal AS dan Israel, tapi Tak Terpatahkan
2 jam yang lalu
Trump Paksa 8 Negara...
Trump Paksa 8 Negara Muslim Ini untuk Dukung Perjanjian Abraham
6 jam yang lalu
Iran Tetapkan Biaya...
Iran Tetapkan Biaya Layanan Navigasi di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Jika AS Gelar Invasi...
Jika AS Gelar Invasi Jilid II, Iran Ancam Tembus Blokade AL AS dan Keluar NPT
8 jam yang lalu
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
9 jam yang lalu
Infografis
3 Jenderal TNI Asli...
3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer, Harumkan Sulawesi Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved