Perkosa Gadis Sekarat dan Dibuat Candaan, Pria AS Dibui 34 Bulan

Minggu, 18 November 2018 - 04:41 WIB
Perkosa Gadis Sekarat...
Perkosa Gadis Sekarat dan Dibuat Candaan, Pria AS Dibui 34 Bulan
A A A
WASHINGTON - Seorang pria di Amerika Serikat (AS) dihukum penjara selama 34 bulan atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang gadis sekarat setelah dia beri obat-obatan. Sebelum tewas, tubuh korban yang dalam kondisi tanpa busana difoto untuk bahan lelucon terdakwa dengan teman-temannya.

Terdakwa bernama Brian Varela, 20. Sedangkan korban bernama Alyssa Noceda, 18. Kasus ini terjadi Februari lalu di Snohomish County, Washington.

Keluarga korban menginginkan terdakwa dihukum mati. Vonis dari hakim pengadilan yang hanya 24 bulan penjara membuat keluarga Noceda kecewa.

Ibu korban menyebut putusan pengadilan "lelucon". Setelah diperkosa, korban yang sekarat akibat overdosis obat-obatan dibiarkan tewas oleh terdakwa.

Terdakwa, seperti dikutip media lokal KOMO, mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan dan pemerkosaan.

Keluarga korban kecewa karena terdakwa bisa bebas dari penjara kurang dari dua tahun jika berperilaku baik selama menjalani hukuman.

Varela mengaku memerkosa Noceda pada bulan Februari lalu ketika gadis itu overdosis obat-obatan di kamar tidurnya.

"Dia tidak melakukan apa pun untuk menolong (korban). Dia bahkan mengirim foto tubuhnya yang telanjang kepada teman-temannya, mengejeknya saat dia berbaring di sana sekarat," bunyi laporan media tersebut mengutip hasil sidang, seperti dikutip Mirror, Sabtu (17/11/2018).

Varela mencoba untuk menutupi kematian Alyssa dengan membuang tubuhnya, tetapi terlanjur ditangkap oleh polisi

Di pengadilan, Varela dengan suara gagap mengatakan; "Saya minta maaf atas tindakan bodoh saya. Apa pun yang saya dapatkan adalah apa yang pantas saya dapatkan."

Hakim memvonis Varela 34 bulan penjara pada hari Kamis waktu setempat. Meski menjatuhkan vonis yang dianggap ringan, hakim mengaku tidak nyaman.

"Saya menemukan vonis yang tersedia benar-benar tidak memadai," kata hakim pengadilan. Pertimbangan hakim adalah terdakwa tidak memiliki sejarah kriminal sebelumnya.

Ibu Alyssa, Gina Pierson, mencela vonis hakim tersebut. "Ini lelucon. Biasanya orang yang melakukan hal seperti ini tidak lolos dengan jeratan di pergelangan tangan," katanya.

Pierson dan keluarganya berencana untuk mengadukan kasus ini ke badan legislatif negara bagian Washington dan menggugat pedoman hukuman tersebut. "Saya terus berpikir saya tidak akan pernah melihatnya lagi," kata Gina Pierson.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
4 menit yang lalu
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
52 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
2 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
4 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved