Perdana Menteri Baru Kalah Voting Mosi Tidak Percaya
Kamis, 15 November 2018 - 11:02 WIB
Perdana Menteri Baru Kalah Voting Mosi Tidak Percaya
A
A
A
COLOMBO - Parlemen Sri Lanka mendukung mosi tidak percaya kepada Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa yang baru ditunjuk kemarin.
Langkah parlemen itu pun semakin menyeret negara itu dalam krisis politik. Para deputi dari partai yang dipimpin Rajapaksa menolak hasil voting itu sebagai tindakan ilegal. Menurut kubu Rajapaksa, voting mosi tidak percaya itu tidak dijadwalkan dan PM baru akan tetap menjabat.
Belum jelas apa yang akan dilakukan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena yang memicu krisis politik dengan memecat PM Ranil Wickremesinghe dan menunjuk Raja paksa dalam jabatan itu bulan lalu. Para pejabat pemerintah mengakui ada kebingungan tentang siapa yang kini bertanggung jawab.
“Kita memerlukan persetujuan kabinet untuk maju dengan berbagai proyek bernilai besar. Kita tidak tahu apakah kabinet itu ada atau tidak,” ujar seorang pejabat pemerintah kepada kantor berita Reuters.
Sirisena membubarkan parlemen pekan lalu dan memerintahkan pemilu baru untuk mengatasi kebuntuan, tapi Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pencabutan dekrit itu pada Selasa (13/11) hingga MA mendengar petisi yang menentang dekrit itu sebagai tindakan tidak konstitusional.
Wickremesinghe hingga saat ini menolak meninggalkan kediaman resmi perdana menteri. Dia menyatakan, voting itu membuktikan bahwa dia masih memiliki pendukung mayoritas di parlemen.
Ketua Parlemen Karu Jayasuriya menyatakan, voting mosi tidak percaya terhadap Rajapaksa itu didukung 122 anggota dari total 225 anggota di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Mayoritas mendukung mosi tidak percaya dan karena itu mosi tidak percaya disahkan,” ujar Jayasuriya.
Meski demikian, putra Raja paksa, Namal yang juga anggota parlemen menyatakan voting itu tidak digelar pada hari kerja dan tidak sah. Ayah dan anak itu meninggalkan ruang sidang parlemen sebelum voting di gelar.
Krisis politik di negara dengan 21 juta warga itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi ekonomi yang telah di level terendah dalam satu dekade. Bank Sentral Sri Lanka telah menaikkan suku bunga untuk menahan penurunan nilai rupee saat modal asing terus mengalir keluar.
Meski demikian, nilai mata uang di negara itu terus turun ke rekor terendah. Sri Lanka terletak di selatan pantai India dan menjadi wilayah perebutan pengaruh China. Beijing telah menginvestasikan miliaran dolar untuk pelabuhan dan infrastruktur lain saat Rajapaksa menjadi presiden.
Kembalinya Rajapaksa ke panggung politik memicu kekhawatiran India bahwa pengaruhnya akan berkurang di Sri Lanka. Rajapaksa dianggap pahlawan oleh mayoritas pemeluk Buddha Sri Lanka. Dia dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia selama perang. Tuduhan itu disangkal Rajapaksa. (Muh Shamil)
Langkah parlemen itu pun semakin menyeret negara itu dalam krisis politik. Para deputi dari partai yang dipimpin Rajapaksa menolak hasil voting itu sebagai tindakan ilegal. Menurut kubu Rajapaksa, voting mosi tidak percaya itu tidak dijadwalkan dan PM baru akan tetap menjabat.
Belum jelas apa yang akan dilakukan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena yang memicu krisis politik dengan memecat PM Ranil Wickremesinghe dan menunjuk Raja paksa dalam jabatan itu bulan lalu. Para pejabat pemerintah mengakui ada kebingungan tentang siapa yang kini bertanggung jawab.
“Kita memerlukan persetujuan kabinet untuk maju dengan berbagai proyek bernilai besar. Kita tidak tahu apakah kabinet itu ada atau tidak,” ujar seorang pejabat pemerintah kepada kantor berita Reuters.
Sirisena membubarkan parlemen pekan lalu dan memerintahkan pemilu baru untuk mengatasi kebuntuan, tapi Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pencabutan dekrit itu pada Selasa (13/11) hingga MA mendengar petisi yang menentang dekrit itu sebagai tindakan tidak konstitusional.
Wickremesinghe hingga saat ini menolak meninggalkan kediaman resmi perdana menteri. Dia menyatakan, voting itu membuktikan bahwa dia masih memiliki pendukung mayoritas di parlemen.
Ketua Parlemen Karu Jayasuriya menyatakan, voting mosi tidak percaya terhadap Rajapaksa itu didukung 122 anggota dari total 225 anggota di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Mayoritas mendukung mosi tidak percaya dan karena itu mosi tidak percaya disahkan,” ujar Jayasuriya.
Meski demikian, putra Raja paksa, Namal yang juga anggota parlemen menyatakan voting itu tidak digelar pada hari kerja dan tidak sah. Ayah dan anak itu meninggalkan ruang sidang parlemen sebelum voting di gelar.
Krisis politik di negara dengan 21 juta warga itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi ekonomi yang telah di level terendah dalam satu dekade. Bank Sentral Sri Lanka telah menaikkan suku bunga untuk menahan penurunan nilai rupee saat modal asing terus mengalir keluar.
Meski demikian, nilai mata uang di negara itu terus turun ke rekor terendah. Sri Lanka terletak di selatan pantai India dan menjadi wilayah perebutan pengaruh China. Beijing telah menginvestasikan miliaran dolar untuk pelabuhan dan infrastruktur lain saat Rajapaksa menjadi presiden.
Kembalinya Rajapaksa ke panggung politik memicu kekhawatiran India bahwa pengaruhnya akan berkurang di Sri Lanka. Rajapaksa dianggap pahlawan oleh mayoritas pemeluk Buddha Sri Lanka. Dia dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia selama perang. Tuduhan itu disangkal Rajapaksa. (Muh Shamil)
(nfl)