Penasihat Trump Sebut Akan Ada Sanksi Susulan untuk Iran

Sabtu, 10 November 2018 - 05:22 WIB
Penasihat Trump Sebut...
Penasihat Trump Sebut Akan Ada Sanksi Susulan untuk Iran
A A A
PARIS - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton mengatakan, akan ada lebih banyak sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada Iran. Pernyataan itu dilontarkan Bolton beberapa hari setelah putaran baru sanksi yang disebut-sebut sebagai paling dahsyat yang pernah terjadi terhadap Teheran.

Bolton mengatakan dua putaran sanksi yang dijatuhkan secara sepihak oleh AS memiliki efek cukup signifikan pada ekonomi Iran dan tindakan negara tersebut di luar negeri. Sanksi itu dijatuhkan oleh Presiden Donald Trump pada bulan Agustus dan yang terbaru pada awal pekan ini.

"Saya pikir Anda akan melihat lebih banyak lagi sanksi yang datang dari waktu ke waktu dan penegakan sanksi yang lebih ketat," kata Bolton kepada wartawan di Paris seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (10/11/2018).

Ditanya apa yang akan menjadi target sanksi, dia menjawab, "Ada hal-hal lain yang bisa kita lakukan di wilayah terorisme dan kontraterorisme."

Dana Moneter Internasional meramalkan bahwa sanksi akan menyebabkan ekonomi Iran berkontraksi 1,5 persen tahun ini dan 3,6 persen tahun depan - rasa sakit yang dibanggakan Trump.

“Kami telah melihat indikasi bahwa hal itu telah memengaruhi aktivitas agresif mereka di Irak, Suriah, dan Yaman. Belum cukup, tetapi (sanksi) itu mulai memiliki efek tersebut,” ucap Bolton.

“Kami telah melihat kelanjutan dan kekesalan atas ketidakpuasan politik di dalam Iran. Penentangan itu terus memanifestasikan dirinya. Secara ekonomi mata uang Iran akan menembus lantai, inflasi telah meningkat empat kali lipat dan negara ini jelas dalam resesi,” tuturnya.

Dia mengatakan tujuan sanksi masih untuk mendorong ekspor minyak Iran ke angka nol meskipun keringanan diberikan kepada pembeli terbesar minyak Iran, termasuk China, India dan Korea Selatan (Korsel).

"Ini dengan beberapa kepuasan yang saya perhatikan hari ini harga minyak turun," tambahnya.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
22 menit yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
1 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
1 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
2 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
2 jam yang lalu
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved