Kuasai DPR, Demokrat Akan Berusaha 'Kendalikan' Trump
Rabu, 07 November 2018 - 23:44 WIB
Kuasai DPR, Demokrat Akan Berusaha 'Kendalikan' Trump
A
A
A
WASHINGTON - Partai Demokrat berhasil memenangkan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dalam pemilu sela. Hasil ini membuat Presiden Donald Trump akan menghadapi hambatan yang lebih besar dalam kepresidenan dan sejumlah penyelidikan.
Partai Demokrat gagal mendapatkan dukungan untuk menguasai dua kamar Kongres AS. Namun, untuk kursi DPR yang berjumlah 435, mereka berhasil mendapatkan tambahan 30 kursi dari 23 kursi yang dibutuhkan untuk membuat mereka menjadi kelompok mayoritas dalam delapan tahun terakhir.
Dengan hasil ini, Partai Demokrat akan memimpin komite-komite di DPR yang dapat menyelidiki pengembalian pajak presiden, kemungkinan konflik kepentingan bisnis dan hubungan apa pun antara kampanye pemilihannya tahun 2016 dan Rusia.
Jika Demokrat menguasai mayoritas Senat, itu akan memungkinkan mereka untuk menerapkan atau menghalangi agenda kebijakan Trump lebih besar dan memberi mereka kemampuan untuk memblokir calon Mahkamah Agung di masa depan.
Dengan menguasai DPR, Demokrat busa memaksa Trump untuk mengurangi ambisi legislatifnya yang mungkin melanggar janji-janjinya untuk mendanai dinding perbatasan dengan Meksiko, melewati paket pemotongan pajak besar kedua, atau melaksanakan kebijakan garis kerasnya pada perdagangan.
"Hari ini lebih dari tentang Demokrat dan Republik, ini tentang memulihkan checks and balances Konstitusi kepada pemerintahan Trump," ujar pemimpin Partai Demokrat, Nancy Pelosi, kepada pendukungnya di pesta kemenangan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/11/2018).
Meski begitu, mungkin ada beberapa ruang bagi Trump dan Demokrat untuk bekerja sama dalam masalah terkait dengan dukungan bipartisan seperti paket untuk meningkatkan infrastruktur atau perlindungan terhadap kenaikan harga resep obat.
Sinyal kerja sama itu sudah nampak saat Trump memberikan dukungan yang tidak biasa kepada Nancy Pelosi, yang kerap diejeknya, untuk menjadi Ketua DPR.
“Dengan segala keadilan, Nancy Pelosi pantas dipilih menjadi Ketua DPR oleh Demokrat. Jika mereka memberinya waktu yang sulit, mungkin kita akan menambahkan beberapa suara Republik. Dia telah mendapatkan kehormatan besar ini,” tulis Trump di akun Twitternya.
Trump sendiri menggambarkan hasil pemilu sela AS sebagai kemenangan besar. Presiden Trump dan Partai Republik berhasil memperluas kendali mereka di Senat AS.
Namun, kehilangan kontrol DPR akan menguji kemampuan Trump untuk berkompromi, sesuatu yang tidak pernah ditunjukkannya dalam dua tahun terakhir mengingat Partai Republik mengendalikan dua kamar Kongres AS.
Partai Demokrat gagal mendapatkan dukungan untuk menguasai dua kamar Kongres AS. Namun, untuk kursi DPR yang berjumlah 435, mereka berhasil mendapatkan tambahan 30 kursi dari 23 kursi yang dibutuhkan untuk membuat mereka menjadi kelompok mayoritas dalam delapan tahun terakhir.
Dengan hasil ini, Partai Demokrat akan memimpin komite-komite di DPR yang dapat menyelidiki pengembalian pajak presiden, kemungkinan konflik kepentingan bisnis dan hubungan apa pun antara kampanye pemilihannya tahun 2016 dan Rusia.
Jika Demokrat menguasai mayoritas Senat, itu akan memungkinkan mereka untuk menerapkan atau menghalangi agenda kebijakan Trump lebih besar dan memberi mereka kemampuan untuk memblokir calon Mahkamah Agung di masa depan.
Dengan menguasai DPR, Demokrat busa memaksa Trump untuk mengurangi ambisi legislatifnya yang mungkin melanggar janji-janjinya untuk mendanai dinding perbatasan dengan Meksiko, melewati paket pemotongan pajak besar kedua, atau melaksanakan kebijakan garis kerasnya pada perdagangan.
"Hari ini lebih dari tentang Demokrat dan Republik, ini tentang memulihkan checks and balances Konstitusi kepada pemerintahan Trump," ujar pemimpin Partai Demokrat, Nancy Pelosi, kepada pendukungnya di pesta kemenangan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/11/2018).
Meski begitu, mungkin ada beberapa ruang bagi Trump dan Demokrat untuk bekerja sama dalam masalah terkait dengan dukungan bipartisan seperti paket untuk meningkatkan infrastruktur atau perlindungan terhadap kenaikan harga resep obat.
Sinyal kerja sama itu sudah nampak saat Trump memberikan dukungan yang tidak biasa kepada Nancy Pelosi, yang kerap diejeknya, untuk menjadi Ketua DPR.
“Dengan segala keadilan, Nancy Pelosi pantas dipilih menjadi Ketua DPR oleh Demokrat. Jika mereka memberinya waktu yang sulit, mungkin kita akan menambahkan beberapa suara Republik. Dia telah mendapatkan kehormatan besar ini,” tulis Trump di akun Twitternya.
Trump sendiri menggambarkan hasil pemilu sela AS sebagai kemenangan besar. Presiden Trump dan Partai Republik berhasil memperluas kendali mereka di Senat AS.
Namun, kehilangan kontrol DPR akan menguji kemampuan Trump untuk berkompromi, sesuatu yang tidak pernah ditunjukkannya dalam dua tahun terakhir mengingat Partai Republik mengendalikan dua kamar Kongres AS.
(ian)