Setidaknya 10 Bom Dikirim kepada Pengkritik Trump

Kamis, 25 Oktober 2018 - 23:09 WIB
Setidaknya 10 Bom Dikirim...
Setidaknya 10 Bom Dikirim kepada Pengkritik Trump
A A A
WASHINGTON - Otoritas keamanan Amerika Serikat (AS) kembali menemukan tiga lagi perangkat seperti bom. Satu bom ditemukan di Lower Manhattan dekat kantor Robert De Niro dan dua di Delaware ditujukan kepada mantan Wakil Presiden Joe Biden. Total ada 10 perangkat mirip bom yang dikirim kepada kritikus Presiden Donald Trump berprofil tinggi.

Tiga paket ditemukan Kamis ditemukan sehari setelah setidaknya tujuh paket dikirim ke politisi Demokrat terkemuka dan tokoh media. Tak satu pun dari 10 bom meledak dan tidak ada yang terluka.

Paket-paket yang ditujukan kepada Biden ditemukan di dua kantor pos Delaware, satu di New Castle dan satu lagi di Wilmington, menurut otoritas penegak hukum federal. Unit penjinak bom polisi daerah berada di situs Wilmington. Paket itu memiliki tanda dan karakteristik yang sama dengan paket yang berisi bom pada hari sebelumnya.

Juru bicara Biden Bill Russo menolak berkomentar, merujuk pertanyaan ke FBI. Tidak jelas apakah Biden ada di Delaware atau tengah bepergian.

Polisi menyisir rumah Biden di Greenville, Delaware, namun tidak menemukan apa pun. Namun pada Kamis pagi, polisi menyambangi dua kantor pos di New Castle County.

Kepolisian Negara Bagian Delaware menegaskan bahwa mereka menyambangi kantor Pos Quigley Boulevard di New Castle sekitar pukul 05.51 waktu setempat dengan agen khusus FBI, petugas Dinas Inspeksi Layanan Pos AS dan Polisi New Castle County. Mereka tidak merilis lebih banyak detail terkait hal itu.

Unit penjinak bom meninggalkan kantor pos sesaat sebelum jam 10 pagi.

Sementara paket Manhattan ditemukan di lingkungan Tribeca di sebuah situs yang terkait dengan aktor dan kritikus Trump, Robert De Niro.

"Pada sekitar jam 4 pagi, polisi menerima panggilan telepon tentang paket mencurigakan di 375 Greenwich," Jerry Varson dari Kepolisian New York mengkonfirmasikan ke USA Today, Kamis (25/10/2018).

"Dalam waktu satu jam, paket itu telah diamankan dari lokasi," tweet Kepolisian New York.

De Niro secara terbuka telah mengkritik Trump, menjatuhkannya sebagai "baby-in-chief" di National Board of Review Awards pada bulan Januari dan mengutuknya di Tony Awards pada bulan Juni lalu.

Menurut NBC News, paket itu, dikirim ke gedung perumahan De Niro's Tribeca Grill dan kantor perusahaan produksi filmnya, mirip dengan paket yang menggunakan alamat pengirim Wasserman Schultz.

Sementara itu, tanpa secara langsung mereferensikan alat peledak, Presiden AS Donald Trump sekali lagi menyalahkan media atas "kemarahan" di masyarakat.

“Bagian yang sangat besar dari kemarahan yang kita lihat hari ini di masyarakat kita disebabkan oleh pelaporan Media Mainstream yang salah dan tidak akurat yang saya sebut sebagai Berita Palsu,” kata presiden dalam tweetnya.

“Ini menjadi sangat buruk dan penuh kebencian yang tidak dapat dijelaskan. Media Mainstream harus membersihkan aksinya, CEPAT!” cetus Trump.

Paket bom di New York City ini adalah yang terbaru dalam aksi teror dari pantai ke pantai yang tampaknya terkoordinasi terhadap kaum liberal terkemuka.

Sejumlah tokoh yang mendapatkan paket ini termasuk mantan Presiden Obama di Washington, mantan Menteri Luar Negeri dan Ibu Negara Hillary Clinton di pinggiran kota New York, Wasserman Schultz di Florida Selatan, Westchester County, New York, kediaman filantropis dan donor Partai Demokrat George Soros, bersama dengan CNN dan dua ditujukan untuk Republikan Maxine Waters.

Pihak berwenang mengatakan bom pipa itu penuh dengan pecahan kaca dan berhasil digagalkan.

Salah satu bahan peledak dikirim ke CNN, yang mendorong evakuasi Time Warner Center di Manhattan, di mana CNN memiliki kantor.

FBI pada Rabu mengatakan bahwa lima paket yang dikirimkan melalui amplop manila dengan bagian dalam dibungkus bubble wrap.

"Mereka ditempel dengan label alamat yang dicetak komputer dan enam prangko Forever. Semua paket memiliki alamat pengirim" DEBBIE WASSERMAN SHULTZ "(sic) di Florida," kata agensi tersebut.

Wasserman Schultz, seorang anggota kongres Florida, adalah mantan ketua Komite Nasional Demokrat dan sering mengkritik presiden.

Paket-paket itu dibawa ke laboratorium FBI di Quantico, Virginia, untuk diperiksa.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
10 menit yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
59 menit yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
3 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved