Trump Kutuk Teror Paket Bom Terhadap Obama dan Clinton
Kamis, 25 Oktober 2018 - 06:02 WIB
Trump Kutuk Teror Paket Bom Terhadap Obama dan Clinton
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengutuk teror paket bom terhadap dua mantan Presiden AS, Barack Obama dan Bill Clinton. Ia pun menyatakan bahwa penyelidikan besar-besaran telah dilakukan.
"Kami sangat marah, kesal, tidak senang dengan apa yang kami saksikan pagi ini dan kami akan sampai ke bagian bawah kasus itu," kata Trump.
"Di masa-masa ini, kita harus bersatu, dan mengirim satu pesan yang sangat jelas, kuat, dan tidak dapat dibantah bahwa tindakan atau ancaman kekerasan politik dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di Amerika Serikat," tegas Trump seperti dikutip dari Independent, Kamis (25/10/2018).
Sebuah perangkat peledak yang disebut sebagai bom pipa dikirim ke rumah Bill dan Hillary Clintondi New York. Satu perangkat lainnya dikirim ke kediaman Barack Obama di Washington serta kantor berita CNN di New York.
Dinas Rahasia AS dalam pernyataannya mengatakan dua paket untuk Clinton dan Obama berhasil dicegat sebelum tiba di tempat tinggal keduanya. Paket untuk Clinton ditemukan pada Selasa malam, sedangkan untuk Obama pada Rabu pagi waktu setempat.
FBI hingga saat ini masih memburu tersangka pengirim serangkaian alat peledak dan paket mencurigakan itu.
"Kami sangat marah, kesal, tidak senang dengan apa yang kami saksikan pagi ini dan kami akan sampai ke bagian bawah kasus itu," kata Trump.
"Di masa-masa ini, kita harus bersatu, dan mengirim satu pesan yang sangat jelas, kuat, dan tidak dapat dibantah bahwa tindakan atau ancaman kekerasan politik dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di Amerika Serikat," tegas Trump seperti dikutip dari Independent, Kamis (25/10/2018).
Sebuah perangkat peledak yang disebut sebagai bom pipa dikirim ke rumah Bill dan Hillary Clintondi New York. Satu perangkat lainnya dikirim ke kediaman Barack Obama di Washington serta kantor berita CNN di New York.
Dinas Rahasia AS dalam pernyataannya mengatakan dua paket untuk Clinton dan Obama berhasil dicegat sebelum tiba di tempat tinggal keduanya. Paket untuk Clinton ditemukan pada Selasa malam, sedangkan untuk Obama pada Rabu pagi waktu setempat.
FBI hingga saat ini masih memburu tersangka pengirim serangkaian alat peledak dan paket mencurigakan itu.
(ian)