Wali Kota New York: Pengiriman Paket Bom adalah Aksi Teror

Kamis, 25 Oktober 2018 - 01:01 WIB
Wali Kota New York:...
Wali Kota New York: Pengiriman Paket Bom adalah Aksi Teror
A A A
Wali Kota New York, Bill de Blasio mengatakan, serangan paket bom yang dikirimkan ke tokoh-tokoh terkemuka Partai Demokrat, termasuk Bill dan Hilary Clinton, merupakan aksi teror.

Tak lama setelah De Blasio mengutuk upaya serangan itu, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa paket mencurigakan juga telah dikirim ke kantornya. Polisi Capitol juga dilaporkan sedang menyelidiki paket lain yang ditemukan di fasilitas surat Kongres di Maryland.

Sebelumnya, bom dikirim ke mantan Presiden Barack Obama, rumah keluarga Clinton di New York, dan ke Time Warner Center di New York City, yang menjadi tempat ruang berita CNN.

Laporan tambahan tentang paket mencurigakan telah memicu evakuasi di kantor anggota Kongres Florida Debbie Wasserman Schultz, Senator California Kamala Harris, dan surat kabar Union-Tribune San Diego.

Berbicara tentang paket yang dikirim ke CNN, De Blasio mengatakan: "Itu merupakan upaya untuk melemahkan kebebasan pers dan para pemimpin negara kita melalui tindakan kekerasan," seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/10/2018).

Komisaris polisi New York mengatakan bahwa paket yang dikirim ke CNN berisi peledak aktif dan sebuah amplop berisi serbuk putih.

Gedung Putih mengutuk upaya serangan kekerasan terhadap tokoh-tokoh masyarakat, dan Wakil Presiden Mike Pence menyebut upaya serangan tersebut sebagai tindakan tercela. Presiden Trump tidak mengeluarkan pernyataannya sendiri, tetapi me-retweet pesan Pence, menambahkan "Saya setuju dengan sepenuh hati!"

Teror bom ini datang beberapa hari setelah alat peledak ditemukan di kotak surat rumah miliarder liberal George Soros di Westchester County, New York.

Sumber penegak hukum mengatakan kepada Washington Post bahwa mereka yakin paket hari Rabu adalah pekerjaan dari orang yang sama yang menargetkan Soros pada awal pekan ini. Sumber-sumber yang sama mengatakan kepada Washington Post bahwa bom yang dikirim ke Soros, Obama dan Clinton adalah semua bom pipa aktif yang ditempatkan di dalam amplop coklat polos dengan alamat yang tercetak pada stiker.

Pembom tampaknya memiliki secara eksklusif menargetkan figur-fugur dari partai Demokrat, dan dalam kasus Soros, dan pendukung mereka.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
3 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
4 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
5 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
6 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved