Ganti Lampu Jalanan, Kota di China Bakal Luncurkan Bulan Buatan

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 15:58 WIB
Ganti Lampu Jalanan,...
Ganti Lampu Jalanan, Kota di China Bakal Luncurkan Bulan Buatan
A A A
BEIJING - Sebuah kota di barat daya China dilaporkan mempunyai rencana ambisius untuk mengganti lampu jalan kota. Kota tersebut akan menuluncurkan bulan buatan untuk menerangi jalan.

Kota Chengdu berencana meluncurkan satelit penerangan pada tahun 2020. Menurut laporan di laman People's Daily, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (19/10/2018), bulan buatan itu dirancang untuk melengkapi bulan di malam hari, meskipun akan menjadi delapan kali lebih terang.

"Cahaya seperti senja" dari satelit akan mampu menerangi area dengan diameter 10-80km, sementara jangkauan pencahayaan yang tepat dapat dikontrol dalam radius puluhan meter. Ini memungkinkan untuk mengganti lampu jalan.

Visi tersebut disebarkan oleh Wu Chunfeng, ketua kontraktor ruang angkasa swasta Chengdu Aerospace Science and Technology Microelectronics System Research Institute Co (Casc), pada acara inovasi dan kewirausahaan massal nasional yang diadakan di Chengdu minggu lalu.

Wu dilaporkan mengatakan pengujian telah dimulai pada satelit beberapa tahun yang lalu dan teknologi tersebut sekarang telah cukup berkembang untuk memungkinkan peluncuran pada tahun 2020. Tidak jelas apakah rencana tersebut memiliki dukungan dari kota Chengdu atau pemerintah China, meskipun Casc adalah yang kontraktor utama untuk program luar angkasa China.

Laporan People's Daily mengkreditkan gagasan itu kepada seorang seniman Perancis, yang membayangkan menggantung kalung yang terbuat dari cermin di atas Bumi yang dapat memantulkan sinar matahari melalui jalan-jalan Paris sepanjang tahun.

Kemungkinan munculnya bulan buatan di Chengdu masih harus dilihat lagi. Tapi ada sesuatu yang bisa dijadikan contoh untuk mewujudkan hal ini yang berakar dalam sains, meskipun teknologi dan ambisinya berbeda.

Pada 2013 tiga cermin besar yang dikendalikan komputer dipasang di atas kota Norwegia, Rjukan, untuk melacak pergerakan matahari dan memantulkan sinar ke alun-alun kota.

"Rjukan - atau setidaknya, bagian kecil tapi vital dari Rjukan - tidak lagi macet di tempat matahari tidak bersinar," lapor The Guardian pada saat itu.

Beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1990-an, sebuah tim astronom dan insinyur Rusia berhasil meluncurkan satelit ke ruang angkasa untuk membelokkan sinar matahari kembali ke Bumi, menerangi secara singkat belahan malam hari.

"Eksperimen Znamya adalah untuk menguji kelayakan titik-titik penerangan di Bumi dengan cahaya yang setara dengan beberapa bulan purnama”, kata New York Times. "Beberapa" terbukti berlebihan, tetapi desainnya terbukti sehat.

Upaya yang lebih ambisius, Znamya 2.5, dibuat pada tahun 1999, mendorong kekhawatiran preemptive tentang polusi cahaya yang mengganggu hewan malam dan pengamatan astronomi. Seorang juru bicara kementerian teknologi di Bonn kurang peduli, mengatakan kepada Guardian, “Ini terlalu dini untuk lelucon April Mop tapi ini terdengar seperti salah satunya”.

Tapi Znamya 2.5 gagal pada peluncuran dan penciptanya gagal mengumpulkan dana untuk upaya lain.

The People's Daily dengan cepat meyakinkan mereka yang prihatin tentang dampak bulan purnama pada satwa liar waktu malam.

Media itu mengutip Kang Weimin, direktur Institut Optik, Sekolah Aerospace, Institut Teknologi Harbin, yang menjelaskan bahwa cahaya dari satelit mirip dengan cahaya seperti senja, jadi itu tidak mempengaruhi rutinitas hewan.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
36 menit yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1 jam yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
1 jam yang lalu
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
2 jam yang lalu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
3 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved