Perdana Menteri May Perpanjang Masa Transisi Brexit

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 15:00 WIB
Perdana Menteri May...
Perdana Menteri May Perpanjang Masa Transisi Brexit
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Theresa May mengindikasikan akan memperpanjang masa transisi Brexit (Britain Exit). Itu memicu perdebatan di publik Inggris. Inggris akan tetap berada di pasar tunggal UE dan aturan bea cukai serta menjadi subjek aturan dan regulasi UE hampir tiga tahun setelah tanggal resmi Brexit pada Maret 2019.

Bahkan, Inggris membutuhkan waktu lima tahun setelah referendum untuk bisa meninggalkan UE. ”Ide (perpanjangan masa transisi) terus berkembang dan itu adalah ide pada panggung ini. Itu menciptakan opsi untuk memperpanjang periode implementasi untuk beberapa bulan.

Itu hanya butuh waktu beberapa bulan,” kata May saat konferensi dengan para pemimpin UE, dilansir Reuters. ”Namun, pada poin itu tidak diperkirakan untuk digunakan karena kita akan bekerja untuk menjamin bahwa kita akan memiliki hubungan masa depan hingga akhir Desember 2020,” ujarnya dilansir Reuters.

Seorang pejabat senior Inggris mencoba menenangkan tentang pentingnya pertimbangan May untuk perpanjangan masa transisi tersebut. Dia hanya mengatakan hal itu muncul pada negosiasi pada beberapa hari tersebut.

Itu juga hanya beberapa opsi agar perundingan Brexit tetap berjalan. Seorang pejabat Prancis menyatakan perpanjangan akan berjalandengankondisiyangterjadi dan bukan otomatis.

Perpanjangan masa transisi juga akan diputuskan dalam waktu dekat. Melansir Sky News, para pejabat Uni Eropa (UE) menyatakan PM May sedang ”mempertimbangkan” untuk memperpanjang transisi Inggris keluar dari UE setahun mendatang.

Itu bertujuan agar Inggris bisa menyelesaikan permasalahan perbatasan dengan Irlandia Utara dan Irlandia. Faktanya, May memang berusaha untuk memanfaatkan konferensi di Brussels sebagai panggung untuk mencari terobosan setelah lebih dari setahun perundingan.

Sebelum meninggalkan makan malam pada Rabu (17/10) lalu, May menyebut perlunya kerja sama. ”Panggung terakhir membutuhkan keberanian, kepercayaan, kepemimpinan di antara kedua belah pihak,” ujar May kepada para pejabat UE.

Rencana perpanjangan kon sensi Brexit yang diajukan May ternyata mendapatkan kritikan tajam publik Inggris, baik pendukung Brexit maupun pendukung UE. Pendukung UE menyatakan frustrasi dengan perundingan Brexit yang terlalu lama, sedangkan pendukung Brexit menyatakan Inggris harus membayar miliaran poundsterling jika harus tetap bertahan di UE.

May menghadapi pemberontakan dari mitra koalisi parlementernya, Partai Serikat Demokrat Irlandia Utara (DUP), yang mengancam akan menentang anggaran pemerintah. Anggota parlemen UE dari DUP, Diane Dodds, mengatakan perpanjangan masa transisi justru akan menakutkan partainya.

”Semuanya baik-baik saja, tapi tidak dengan mengubah penghalang,” ujarnya. Pendukung Brexit dari Partai Konservatif juga akan melancarkan boikot mendukung legislasi perpanjangan masa transisi Brexit.

Mereka beranggotakan Inggris harus membayar miliaran poundsterling sebagai kontribusi tambahan bagi UE jika memperpanjang masa transisi. ”Kita tidak akan mendukung itu dan membayar uang dalam jumlah besar (ke UE) tanpa alasan yang baik,” kata John Redwood, anggota Partai Konservatif.
(don)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved