Kemlu Tak Bisa Konfirmasi WhatsApp Menlu Retno dan Menlu Australia

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 00:01 WIB
Kemlu Tak Bisa Konfirmasi...
Kemlu Tak Bisa Konfirmasi WhatsApp Menlu Retno dan Menlu Australia
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengaku tidak bisa mengonfirmasi kebenaran dari bocoran komunikasi WhatsApp antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi dengan Menlu Australia Marise Payne.

Materi komunikasi yang bocor itu berisi protes Menlu Retno atas rencana Australia yang memindahkan kedutaanya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Materi komunikasi yang bersifat privasi itu dibocorkan media Australia.

"Saya tidak bisa konfirmasi kebenaran pesan WhatsApp tersebut. Pertama, karena komunikasi kedua menteri itu merupakan privasi keduanya, saya tidak di-share, sehingga saya tidak tahu isinya apa," kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Christiawan Nasir, Kamis (18/10/2018).

"Ini terjadi karena diasumsikan bahwa itu isi pesan antara kedua menteri. Tapi saya tidak tahu. Kembali lagi bahwa Menlu lakukan komunikasi terbuka dengan banyak Menlu termasuk Menlu Australia, apalagi kalau ada isu penting dan khusus yang perlu dikomunikasikan," ujarnya.

Arrmanatha mengatakan komunikasi terbuka seperti itu juga terlaksana karena ada rasa saling percaya. Kepercayaan, lanjut dia, adalah prinsip yang selalu dipegang Retno dan Indonesia dalam menjalankan hubungan bilateral.

Terkait dengan bocornya pesan WhatsApp itu, Duta Besar Australia Gary Quinlan kembali dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia. Arrmanatha membenarkan pemangilan diplomat Australia tersebut pada kemarin sore.

"Kemarin sore kembali Dubes Australia diminta ke Kementerian Luar Negeri terkait dengan berita yang ada di Australia. Dua kali Duta Besar Australia dipanggil ke Kemeterian Luar Negeri," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Langka, Mantan Dubes...
Langka, Mantan Dubes Israel Desak Australia Akui Negara Palestina
Australia Akhirnya Bersiap...
Australia Akhirnya Bersiap Akui Negara Palestina
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
Tolak Aneksasi Israel,...
Tolak Aneksasi Israel, Dubes Palestina: Terima Kasih Indonesia
Mengejutkan, Australia...
Mengejutkan, Australia Akan Batalkan Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
1 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
2 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
3 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
4 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved