Turki Bakal Perluas Operasi Militer di Suriah timur
Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:20 WIB
Turki Bakal Perluas Operasi Militer di Suriah timur
A
A
A
ANKARA - Turki dapat melakukan operasi yang diperlukan terhadap kehadiran militan Kurdi di timur Sungai Eufrat di Suriah. Hal itu dikatakan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Berbicara kepada kelompok parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AKP), Erdogan mengatakan jika Amerika Serikat (AS) tidak mengambil tindakan di timur Sungai Eufrat atau pelaksanaannya tertunda, Turki akan mengambil semua langkah yang diperlukan di tingkat tertinggi melawan militan Kurdi di daerah itu.
Erdogan mengacu pada perjanjian dengan AS yang ditengahi antara dua menteri luar negeri pada 4 Juni, yang menetapkan pemindahan anggota militan Perlindungan Rakyat (YPG) dari Manbij dalam waktu 90 hari.
"Turki akan mengambil tindakan di daerah itu tidak hanya untuk perdamaian negara kita tetapi juga bagi orang-orang yang tinggal di wilayah ini," kata Erdogan seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (17/10/2018).
Kata-kata Erdogan datang satu hari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Turki, di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul.
Awal tahun ini, Turki melakukan Operasi Olive Branch untuk menguasai wilayah Afrin Suriah dari milisi YPG Kurdi Suriah, yang dianggap Ankara sebagai organisasi teroris. YPG juga mengontrol wilayah Suriah timur Euphrates.
Berbicara kepada kelompok parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AKP), Erdogan mengatakan jika Amerika Serikat (AS) tidak mengambil tindakan di timur Sungai Eufrat atau pelaksanaannya tertunda, Turki akan mengambil semua langkah yang diperlukan di tingkat tertinggi melawan militan Kurdi di daerah itu.
Erdogan mengacu pada perjanjian dengan AS yang ditengahi antara dua menteri luar negeri pada 4 Juni, yang menetapkan pemindahan anggota militan Perlindungan Rakyat (YPG) dari Manbij dalam waktu 90 hari.
"Turki akan mengambil tindakan di daerah itu tidak hanya untuk perdamaian negara kita tetapi juga bagi orang-orang yang tinggal di wilayah ini," kata Erdogan seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (17/10/2018).
Kata-kata Erdogan datang satu hari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Turki, di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul.
Awal tahun ini, Turki melakukan Operasi Olive Branch untuk menguasai wilayah Afrin Suriah dari milisi YPG Kurdi Suriah, yang dianggap Ankara sebagai organisasi teroris. YPG juga mengontrol wilayah Suriah timur Euphrates.
(ian)