Amnesty Internasional Minta Indonesia Ikuti Malaysia Hapus Hukuman Mat

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 19:46 WIB
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Minta Indonesia Ikuti Malaysia Hapus Hukuman Mat
A A A
JAKARTA - Amnesty Internasional (AI) meminta Indonesia untuk mengikuti langkah Malaysia menghapus hukuman mati. Kemarin, kabinet Malaysia sepakat akan menghapus hukuman mati dan menghentikaneksekusi terhadap lebih dari 1.200 narapidana.

"Dunia internasional saat ini menunggu inisiatif dari pemerintah Indonesia untuk mengikuti langkah negara tetangga Malaysia yang telah mengumumkan rencana penghapusan hukuman mati untuk semua kejahatan," kata AI Indonesia dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Jumat (12/10).

Desakan untuk turut menghapus hukuman mati sejatinya sudah datang dari anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris. Desakan dari politisi PDIP ini mendapat sambutan baik dari AI Indonesia.

Direktur AI Indonesia, Usman Hamidmenyatakan, sebagai anggota Komisi I yang membidangi hubungan international, Charles punya kapasitas untuk memformalkan pandangannya tersebut dan menjadikannya sebagai inisiatif politik di DPR.

Komisi I, lanjut Usman sebaiknya segera membuka komunikasi dengan Parlemen Malaysia yang akan memproses proposal penghapusan hukuman mati sebagaimana yang telah diajukan pemerintah setempat.

Usman menuturkan, hasil komunikasi antara Komisi I dengan Parlemen Malaysia bisa dijadikan dasar dalam mendorong Komisi III untuk memulai proses serupa di DPR RI.

“Jika di Malaysia inisiatif tersebut datang dari Pemerintah, maka di Indonesia bisa sebaliknya, yaitu DPR menjadi inisiator penghapusan hukuman mati untuk semua kejahatan. Hal ini akan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari dunia internasional, memudahkan diplomasi Indonesia dalam membebaskan WNI yang terancam hukuman mati,” ujar Usman.

“Hal lain yang bisa dilakukan oleh Komisi I adalah menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri agar Pemerintah Indonesia segera mengambil sikap mendukung Resolusi ke 7 Badan PBB tentang moratorium penggunaan hukuman mati yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini,” sambungnya.

Dia kembali menegaskan bahwa AImenolak penerapan hukuman mati tanpa terkecuali dalam kasus apa pun dan dengan metode apa pun. Hukuman yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia tersebut jelas melanggar hak untuk hidup yang dijamin Deklarasi Umum HAM dan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
25 menit yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
1 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
4 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
5 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved