Mengaku Mungkin Menderita Kanker, Duterte Tunggu Hasil Tes
Jum'at, 05 Oktober 2018 - 11:22 WIB
Mengaku Mungkin Menderita Kanker, Duterte Tunggu Hasil Tes
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan, ia kemungkinan menderita kanker. Ia menambahkan ia tidak tahu kondisi fisiknya dan tengah menunggu hasil tes medis yang baru-baru ini dilakukan.
Dalam sebuah pidato di Manila, Duterte mengatakan, menjalani endoskopi dan kolonoskopi sekitar tiga minggu lalu tetapi dokternya menyarankan minggu ini untuk mengulang tes. Kedua tes bertujuan untuk mendiagnosis kelainan pada saluran pencernaan dan usus besar.
“Saya tidak tahu bagaimana saya sekarang secara fisik tetapi saya harus menunggu (hasil) itu. Tapi saya akan memberi tahu Anda apakah itu kanker, itu kanker,” kata Duterte yang berusia 73 tahun kepada kelompok alumni Akademi Militer Filipina dan pejabat keamanan.
“Jika tahap ketiga, tidak ada perawatan lagi. Saya tidak akan memperpanjang penderitaan di kantor ini atau di mana pun,” imbuhnya seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (5/10/2018).
Rumor telah berhembu selama beberapa waktu bahwa Duterte mungkin menderita penyakit yang serius. Duterte dan para pembantunya, bagaimanapun, berulang kali mengatakan dia pada umumnya bugar meskipun dia sudah bosan dengan politik setelah bertugas selama sekitar 40 tahun di berbagai jabatan pemerintahan.
“Saya benar-benar tidak menginginkannya karena saya lelah dan saya tahu waktu itu untuk saya,” kata Duterte, menambahkan bahwa keterbatasan fisik biasanya datang sekitar usia 70 tahun.
"Saya tidak bisa mengatakan sekarang jika saya benar-benar terkena atau tidak," katanya, mencatat bahwa dia memiliki penyakit lain seperti esofagus Barrett, suatu kondisi yang diduga disebabkan oleh asam lambung yang terserap ke kerongkongan.
Dia telah mengatakan di masa lalu bahwa dia telah menderita penyakit lain sebagai akibat dari kecelakaan sepeda motor dan minum-minuman keras.
“Saya tidak berhenti minum tetapi tidak lebih, penyesalan seperti itu. Selalu terlambat. Jadi itu memburuk,” ujarnya.
Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan kepada wartawan Kamis pagi bahwa Duterte baik-baik saja tetapi akan memberitahu publik jika dia memiliki penyakit serius seperti yang dipersyaratkan oleh konstitusi.
“Presiden adalah seorang pengacara. Dia akan menginformasikan dan menyesuaikan dengan konstitusi jika ada penyakit kesehatan yang serius, tetapi tidak ada,” ujar Roque.
Roque memposting di akun Facebooknya video Duterte yang tiba untuk konferensi di istana kepresidenan dengan pejabat militer dan pejabat tingkat atas polisi untuk menunjukkan bahwa presiden sedang bekerja.
Roque dan pembantu presiden kunci lainnya, Christopher Go, membuat jaminan setelah rumor beredar bahwa Duterte melewatkan upacara pada Rabu lalu karena ia dirawat di rumah sakit.
Go membantah desas-desus dan mengatakan Duterte melewatkan acara karena dia lelah dari perjalanan provinsi sehari sebelumnya dan memilih untuk pergi ke pertemuan pribadi dan memiliki waktu pribadi.
Dalam sebuah pidato di Manila, Duterte mengatakan, menjalani endoskopi dan kolonoskopi sekitar tiga minggu lalu tetapi dokternya menyarankan minggu ini untuk mengulang tes. Kedua tes bertujuan untuk mendiagnosis kelainan pada saluran pencernaan dan usus besar.
“Saya tidak tahu bagaimana saya sekarang secara fisik tetapi saya harus menunggu (hasil) itu. Tapi saya akan memberi tahu Anda apakah itu kanker, itu kanker,” kata Duterte yang berusia 73 tahun kepada kelompok alumni Akademi Militer Filipina dan pejabat keamanan.
“Jika tahap ketiga, tidak ada perawatan lagi. Saya tidak akan memperpanjang penderitaan di kantor ini atau di mana pun,” imbuhnya seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (5/10/2018).
Rumor telah berhembu selama beberapa waktu bahwa Duterte mungkin menderita penyakit yang serius. Duterte dan para pembantunya, bagaimanapun, berulang kali mengatakan dia pada umumnya bugar meskipun dia sudah bosan dengan politik setelah bertugas selama sekitar 40 tahun di berbagai jabatan pemerintahan.
“Saya benar-benar tidak menginginkannya karena saya lelah dan saya tahu waktu itu untuk saya,” kata Duterte, menambahkan bahwa keterbatasan fisik biasanya datang sekitar usia 70 tahun.
"Saya tidak bisa mengatakan sekarang jika saya benar-benar terkena atau tidak," katanya, mencatat bahwa dia memiliki penyakit lain seperti esofagus Barrett, suatu kondisi yang diduga disebabkan oleh asam lambung yang terserap ke kerongkongan.
Dia telah mengatakan di masa lalu bahwa dia telah menderita penyakit lain sebagai akibat dari kecelakaan sepeda motor dan minum-minuman keras.
“Saya tidak berhenti minum tetapi tidak lebih, penyesalan seperti itu. Selalu terlambat. Jadi itu memburuk,” ujarnya.
Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan kepada wartawan Kamis pagi bahwa Duterte baik-baik saja tetapi akan memberitahu publik jika dia memiliki penyakit serius seperti yang dipersyaratkan oleh konstitusi.
“Presiden adalah seorang pengacara. Dia akan menginformasikan dan menyesuaikan dengan konstitusi jika ada penyakit kesehatan yang serius, tetapi tidak ada,” ujar Roque.
Roque memposting di akun Facebooknya video Duterte yang tiba untuk konferensi di istana kepresidenan dengan pejabat militer dan pejabat tingkat atas polisi untuk menunjukkan bahwa presiden sedang bekerja.
Roque dan pembantu presiden kunci lainnya, Christopher Go, membuat jaminan setelah rumor beredar bahwa Duterte melewatkan upacara pada Rabu lalu karena ia dirawat di rumah sakit.
Go membantah desas-desus dan mengatakan Duterte melewatkan acara karena dia lelah dari perjalanan provinsi sehari sebelumnya dan memilih untuk pergi ke pertemuan pribadi dan memiliki waktu pribadi.
(ian)