Gempa Sulteng, Kanada Sumbang Rp22 Miliar untuk Lembaga Kemanusiaan
Rabu, 03 Oktober 2018 - 12:21 WIB
Gempa Sulteng, Kanada Sumbang Rp22 Miliar untuk Lembaga Kemanusiaan
A
A
A
OTTAWA - Kanada akan menyediakan dana Rp22 miliar dalam bentuk bantuan darurat untuk membantu mendukung lembaga kemanusiaan yang membantu menangani para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal itu dikatakan pemerintah Kanada dalam siaran persnya.
"Yang Terhormat Marie-Claude Bibeau, Menteri Pembangunan Internasional, hari ini mengumumkan bahwa Kanada akan menyediakan Rp22 miliar dalam bantuan darurat untuk mendukung organisasi kemanusiaan yang menanggapi dampak gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada 28 September 2018," bunyi siaran pers tersebut seperti dilansir dari Sputnik, Rabu (3/10/2018).
Bibeau mengatakan bantuan darurat akan membantu mendukung mitra kemanusiaan di lapangan yang bekerja di komunitas yang membutuhkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Pendanaan akan membantu menyediakan air bersih, makanan, tempat tinggal, pertolongan darurat pertama dan perawatan kesehatan dasar," menurut rilis tersebut.
Pada hari Jumat, gempa berkekuatan 7,4 SR melanda Sulteng, menyebabkan tsunami setinggi 2 meter menyapu kota Palu dan daerah Donggala. Menurut laporan terbaru, bencana tersebut telah menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Komunitas global telah secara aktif merespon dengan tawaran dukungan ke Indonesia, dengan Korea Selatan (Korsel) mengalokasikan Rp1,5 miliar dalam bantuan kemanusiaan. Para pemimpin Prancis, AS, dan Turki juga menyuarakan kesediaan mereka untuk membantu, sementara PBB memobilisasi upaya penyelamatan dan bantuannya.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) telah berjanji untuk mengumpulkan dana di antara manajemen dan stafnya.
"Yang Terhormat Marie-Claude Bibeau, Menteri Pembangunan Internasional, hari ini mengumumkan bahwa Kanada akan menyediakan Rp22 miliar dalam bantuan darurat untuk mendukung organisasi kemanusiaan yang menanggapi dampak gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada 28 September 2018," bunyi siaran pers tersebut seperti dilansir dari Sputnik, Rabu (3/10/2018).
Bibeau mengatakan bantuan darurat akan membantu mendukung mitra kemanusiaan di lapangan yang bekerja di komunitas yang membutuhkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Pendanaan akan membantu menyediakan air bersih, makanan, tempat tinggal, pertolongan darurat pertama dan perawatan kesehatan dasar," menurut rilis tersebut.
Pada hari Jumat, gempa berkekuatan 7,4 SR melanda Sulteng, menyebabkan tsunami setinggi 2 meter menyapu kota Palu dan daerah Donggala. Menurut laporan terbaru, bencana tersebut telah menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Komunitas global telah secara aktif merespon dengan tawaran dukungan ke Indonesia, dengan Korea Selatan (Korsel) mengalokasikan Rp1,5 miliar dalam bantuan kemanusiaan. Para pemimpin Prancis, AS, dan Turki juga menyuarakan kesediaan mereka untuk membantu, sementara PBB memobilisasi upaya penyelamatan dan bantuannya.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) telah berjanji untuk mengumpulkan dana di antara manajemen dan stafnya.
(ian)