Netanyahu Sebut Konyol Kaitkan Israel dengan Serangan di Iran
Selasa, 02 Oktober 2018 - 13:11 WIB
Netanyahu Sebut Konyol Kaitkan Israel dengan Serangan di Iran
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membantah adanya hubungan antara negara Zionis dan serangan di Iran selatan. Serangan yang terjadi pada akhir September itu menewaskan sedikitnya 24 orang.
Netanyahu merilis pernyataan resmi setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan enam rudal balistik ke wilayah yang disebut kelompok teroris di Suriah. Kelompok tersebut diduga berada di balik serangan terhadap parade militer di Ahvaz.
Baca: Balas Dendam Tragedi Ahvaz, Rudal-rudal Iran Hujani Eufrat
"Upaya Iran untuk menghubungkan Israel dengan serangan teroris di Iran selatan itu menggelikan," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (2/10/2018).
Dia juga bereaksi terhadap video yang dirilis oleh wartawan BBC di Iran yang menunjukkan rudal Iran dengan slogan-slogan "Down with USA," "Down with Israel" dan "Down with the house of Saud" yang ditulis pada rudal tersebut. Rudal-rudal itu diduga diluncurkan ke Suriah.
Video itu, yang konon dibuat oleh kantor berita IRIB Iran, juga menampilkan seorang wartawan Iran yang mengatakan: "Dalam beberapa menit, negara yang penuh arogan - terutama Amerika, rezim Zionis dan Al Saud - akan mendengar suara Iran berulang kali."
"Fakta bahwa 'Down with Israel' ditulis pada rudal yang diluncurkan di Suriah membuktikan semuanya," kata Netanyahu.
Ini bukan pertama kalinya perdana menteri Israel memarahi rezim Iran. Pekan lalu selama sidang Majelis Umum PBB, Netanyahu menuduh Teheran menyembunyikan peralatan dan bahan nuklir di sebuah gudang atom rahasia yang disamarkan sebagai pabrik pembersih karpet.
Iran membantah tuduhan itu, menyebut mereka "tabir asap" dan menunjukkan bahwa pengawas atom PBB menegaskan dalam laporan terbaru pada Agustus bahwa Iran telah memenuhi persyaratan yang dicapai pada 2015. Bahkan beberapa pejabat AS secara rahasia mengatakan tuduhan Netanyahu tentang "gudang rahasia" menyesatkan.
Serangan rudal Iran merupakan tanggapan terhadap serangan teroris di perbatasannya pada 22 September di Ahvaz, ketika empat pria bersenjata memberondong tembakan selama parade militer. Tiga dari penyerang dibunuh oleh pasukan keamanan Iran, sementara yang keempat meninggal karena luka-lukanya kemudian.
Menurut Kementerian Intelijen Iran, 22 orang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam serangan itu. Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan "rezim yang didukung AS di wilayah itu" atas serangan tersebut.
Netanyahu merilis pernyataan resmi setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan enam rudal balistik ke wilayah yang disebut kelompok teroris di Suriah. Kelompok tersebut diduga berada di balik serangan terhadap parade militer di Ahvaz.
Baca: Balas Dendam Tragedi Ahvaz, Rudal-rudal Iran Hujani Eufrat
"Upaya Iran untuk menghubungkan Israel dengan serangan teroris di Iran selatan itu menggelikan," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (2/10/2018).
Dia juga bereaksi terhadap video yang dirilis oleh wartawan BBC di Iran yang menunjukkan rudal Iran dengan slogan-slogan "Down with USA," "Down with Israel" dan "Down with the house of Saud" yang ditulis pada rudal tersebut. Rudal-rudal itu diduga diluncurkan ke Suriah.
Video itu, yang konon dibuat oleh kantor berita IRIB Iran, juga menampilkan seorang wartawan Iran yang mengatakan: "Dalam beberapa menit, negara yang penuh arogan - terutama Amerika, rezim Zionis dan Al Saud - akan mendengar suara Iran berulang kali."
"Fakta bahwa 'Down with Israel' ditulis pada rudal yang diluncurkan di Suriah membuktikan semuanya," kata Netanyahu.
Ini bukan pertama kalinya perdana menteri Israel memarahi rezim Iran. Pekan lalu selama sidang Majelis Umum PBB, Netanyahu menuduh Teheran menyembunyikan peralatan dan bahan nuklir di sebuah gudang atom rahasia yang disamarkan sebagai pabrik pembersih karpet.
Iran membantah tuduhan itu, menyebut mereka "tabir asap" dan menunjukkan bahwa pengawas atom PBB menegaskan dalam laporan terbaru pada Agustus bahwa Iran telah memenuhi persyaratan yang dicapai pada 2015. Bahkan beberapa pejabat AS secara rahasia mengatakan tuduhan Netanyahu tentang "gudang rahasia" menyesatkan.
Serangan rudal Iran merupakan tanggapan terhadap serangan teroris di perbatasannya pada 22 September di Ahvaz, ketika empat pria bersenjata memberondong tembakan selama parade militer. Tiga dari penyerang dibunuh oleh pasukan keamanan Iran, sementara yang keempat meninggal karena luka-lukanya kemudian.
Menurut Kementerian Intelijen Iran, 22 orang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam serangan itu. Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan "rezim yang didukung AS di wilayah itu" atas serangan tersebut.
(ian)