Trump: Saya dan Kim Jong-un 'Jatuh Cinta' Saat Bertemu
Minggu, 30 September 2018 - 16:12 WIB
Trump: Saya dan Kim Jong-un 'Jatuh Cinta' Saat Bertemu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, dia dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un "jatuh cinta" saat melakukan dialog bilateral di Singapura beberapa waktu lalu.
Berbicara kepada pendukungnya di Virginia, Trump menuturkan, bahwa dia dan Jong-un memiliki sifat yang hampir mirip. Aalah satu kemiripaannya, menurut Trump adalah sifat keras kepala.
"Saya benar-benar keras dan begitu juga dia. Dan kami akan bolak-balik. Dan kemudian kami jatuh cinta. Tidak benar-benar jatuh cinta. Dia menulis surat-surat indah kepada saya," kata Trump dalam sebuah pernyataan.
Trump, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (30/9), kemudian mencatat bahwa Korut bahkan tidak menanggapi panggilan yang dibuat oleh administrasi mantan Presiden AS Barack Obama dan presiden AS lainnya.
Situasi di Semenanjung Korea telah membaik secara signifikan selama beberapa bulan terakhir, dengan pemimpin Korut berjanji untuk melepaskan ambisi nuklirnya dan telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in dan pertemuan bersejarah dengan Trump di Singapura pada bulan Juni.
Trump dan Jong-un mencapai kesepakatan yang mengharuskan Pyongyang untuk melakukan denuklirisasi dengan imbalan pembekuan pada latihan militer AS-Korea Selatan dan akhirnya pengurangan atau bahkan penghapusan sanksi.
Terkait dengan denuklirisasi, Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho menyatakan denuklirisasi harus dilakukan secara bertahap. Selama proses itu, lanjut Ri, AS juga seharusnya mulai perlahan-lahan mencabut sanksi terhadap Korut.
Berbicara kepada pendukungnya di Virginia, Trump menuturkan, bahwa dia dan Jong-un memiliki sifat yang hampir mirip. Aalah satu kemiripaannya, menurut Trump adalah sifat keras kepala.
"Saya benar-benar keras dan begitu juga dia. Dan kami akan bolak-balik. Dan kemudian kami jatuh cinta. Tidak benar-benar jatuh cinta. Dia menulis surat-surat indah kepada saya," kata Trump dalam sebuah pernyataan.
Trump, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (30/9), kemudian mencatat bahwa Korut bahkan tidak menanggapi panggilan yang dibuat oleh administrasi mantan Presiden AS Barack Obama dan presiden AS lainnya.
Situasi di Semenanjung Korea telah membaik secara signifikan selama beberapa bulan terakhir, dengan pemimpin Korut berjanji untuk melepaskan ambisi nuklirnya dan telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in dan pertemuan bersejarah dengan Trump di Singapura pada bulan Juni.
Trump dan Jong-un mencapai kesepakatan yang mengharuskan Pyongyang untuk melakukan denuklirisasi dengan imbalan pembekuan pada latihan militer AS-Korea Selatan dan akhirnya pengurangan atau bahkan penghapusan sanksi.
Terkait dengan denuklirisasi, Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho menyatakan denuklirisasi harus dilakukan secara bertahap. Selama proses itu, lanjut Ri, AS juga seharusnya mulai perlahan-lahan mencabut sanksi terhadap Korut.
(esn)