Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Palestina Seret AS ke Mahkamah Internasional

Sabtu, 29 September 2018 - 06:54 WIB
Pindahkan Kedubes ke...
Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Palestina Seret AS ke Mahkamah Internasional
A A A
THE HAGUE - Otoritas Palestina mengajukan kasus pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem ke Mahkamah Internasional. Palestina meminta Mahkamah Internasional untuk memerintahkan Washington memindahkan kedutaan besar (Kedubes) AS dari kota tersebut.

Langkah yang diumumkan oleh Mahkamah Internasional yang bermarkas di Den Haag itu datang dengan latar belakang hubungan yang sangat tegang antara Washington dan Palestina, sebagian karena keputusan Pemerintah Trump pada bulan Desember untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke sana pada Mei lalu. Otoritas Palestina memutuskan hubungan dengan AS setelah pengumuman terkait Yerusalem.

“Palestina meminta hakimnya untuk memerintahkan Amerika Serikat menarik misi diplomatik dari Kota Suci Yerusalem," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Mahkamah Internasional seperti dikutip dari AP, Sabtu (29/9/2018).

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan tanggal untuk audiensi.

Sebuah kasus yang diajukan ke Mahkamah Internasional bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan. Keputusan yang dihasilkan bersifat final dan mengikat secara hukum, namun tidak selalu dipatuhi.

Trump mengumumkan keputusannya tentang Yerusalem pada bulan Desember, memicu reaksi gembira dari pemerintah nasionalis Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun langkah itu membuat marah orang-orang Palestina, yang mengklaim Yerusalem timur yang dicaplok Israel sebagai Ibu Kota mereka.

Trump sedang mencoba untuk memfasilitasi "kesepakatan abad ini" antara Israel dan Palestina serta membawa kedua pihak kembali ke meja perundingan untuk pertama kalinya sejak 2014.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghentikan hubungan dengan pemerintahan Trump dan menyatakan tidak layak untuk tetap dalam perannya sebagai satu-satunya mediator dalam pembicaraan damai.
(ian)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Palestina Sambut Gembira...
Palestina Sambut Gembira Kekalahan Donald Trump di Pemilu AS
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
1 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
2 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
3 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
4 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
5 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved