AS Umumkan Penambahan Dana Bantuan untuk Pengungsi Rohingya
Selasa, 25 September 2018 - 19:54 WIB
AS Umumkan Penambahan Dana Bantuan untuk Pengungsi Rohingya
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan penambahan dana bantuan untuk para pengungsi Rakhine, baik yang berada di Myanmar atau yang berada di Bangladesh, sebesar USD 185 juta.
Pengumuman penambahan dana itu disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dalam pertemuan tingkat Menteri mengenai krisis Myanmar, yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
"AS bangga menjadi donor utama bantuan keselamatan hidup bagi orang-orang asli yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi, dan masyarakat asli Burma dan Bangladesh. Masih banyak yang harus dilakukan, jadi kita perlu negara lain untuk melakukan bagian mereka juga," ucap Haley, dalam siaran pers Kedutaan Besa AS di Jakarta yang diterima Sindonews pada Selasa (25/9),
"Kami akan terus menyerukan kepada pemerintah Burma untuk berbuat lebih banyak terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman dalam aksi pembersihan etnis, untuk mengakhiri kekerasan, dan untuk memberikan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan dan pers. Dan kami sangat menghargai kemurahan hati Bangladesh yang tetap teguh untuk menyediakan tempat tinggal serta merawat para pengungsi," sambungnya.
Pendanaan baru ini, termasuk USD 156 juta yang diperuntukkan bagi pengungsi Rohingya dan komunitas yang menampung mereka di Bangladesh, untuk mendukung pelaksanaan layanan gawat-darurat, termasuk perlindungan, tempat penampungan darurat, makanan, air, sanitasi, perawatan kesehatan, dan dukungan psiko-sosial.
Pengumuman penambahan dana itu disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dalam pertemuan tingkat Menteri mengenai krisis Myanmar, yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
"AS bangga menjadi donor utama bantuan keselamatan hidup bagi orang-orang asli yang kehilangan tempat tinggal, pengungsi, dan masyarakat asli Burma dan Bangladesh. Masih banyak yang harus dilakukan, jadi kita perlu negara lain untuk melakukan bagian mereka juga," ucap Haley, dalam siaran pers Kedutaan Besa AS di Jakarta yang diterima Sindonews pada Selasa (25/9),
"Kami akan terus menyerukan kepada pemerintah Burma untuk berbuat lebih banyak terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman dalam aksi pembersihan etnis, untuk mengakhiri kekerasan, dan untuk memberikan akses penuh untuk bantuan kemanusiaan dan pers. Dan kami sangat menghargai kemurahan hati Bangladesh yang tetap teguh untuk menyediakan tempat tinggal serta merawat para pengungsi," sambungnya.
Pendanaan baru ini, termasuk USD 156 juta yang diperuntukkan bagi pengungsi Rohingya dan komunitas yang menampung mereka di Bangladesh, untuk mendukung pelaksanaan layanan gawat-darurat, termasuk perlindungan, tempat penampungan darurat, makanan, air, sanitasi, perawatan kesehatan, dan dukungan psiko-sosial.
(esn)