Nenek Ini Habisi Buaya 3,6 Meter karena Memangsa Kudanya

Sabtu, 22 September 2018 - 00:12 WIB
Nenek Ini Habisi Buaya...
Nenek Ini Habisi Buaya 3,6 Meter karena Memangsa Kudanya
A A A
LIVINGSTON - Seorang nenek 73 tahun di Texas, Amerika Serikat (AS), menghabisi seekor buaya besar yang memiliki panjang 12 kaki atau sekitar 3,6 meter. Buaya itu ditembak kepalanya sebagai balas dendam karena telah memangsa kuda poninya.

Nenek bernama Judy Cochran, bukan perempuan sembarangan. Dia tercatat sebagai Wali Kota Livingston, Texas. Media-media AS bahkan menyebutnya sebagai nenek buyut.

Cochran yakin buaya berbobot 263kg yang dia temukan di peternakan keluarganya bertanggung jawab atas pembunuhan kuda kecilnya yang hilang tiga tahun lalu.

Aksinya dilakukan pada Minggu malam lalu. "Satu tembakan di kepala dan dia hanya tenggelam," katanya kepada stasiun televisi lokal, KTRK.

“Biasanya yang mereka lakukan adalah bergulir pada kematian, dan berguling-guling, tetapi yang satu ini tidak," ujarnya.

Dalam aksinya, nenek Cochran menjebak buaya tersebut dengan raccoon roadkill sebagai umpan. Kemudian, ketika target terperangkap, dia menembakkan satu tembakan ke kepalanya dan membunuhnya. "Kepala ini masuk ke kantor saya," katanya.

"Untuk mengatakan dengan pasti bahwa itu adalah buaya yang sama (dengan buaya pemangsa kudanya), saya tidak bisa mengatakan dengan pasti, tetapi saya sangat curiga," paparnya, seperti dikutip NBC News, Jumat (21/9/2018).
Nenek Ini Habisi Buaya 3,6 Meter karena Memangsa Kudanya
Foto/Facebook
Lokasi pembunuhan buaya itu masuk kawasan Polk County, salah satu dari beberapa distrik di mana seseorang hanya dapat membunuh seekor buaya 20 hari dalam setahun (10-30 September). Cochran mengaku memiliki izin untuk membunuh buaya.

Dia mengatakan kepada NBC News bahwa dia memenuhi semua persyaratan untuk berburu buaya.

Namun kelompok pembela hak-hak satwa, PETA, mengecam aksi nenek Choorch.

"Kita mungkin tidak memahami buaya dengan cara kita memperlakukan hewan yang lebih kita kenal, tetapi kita tahu bahwa mereka adalah navigator ahli, pemburu yang cerdas, dan orang tua yang sangat protektif, yang paling penting, merasakan ketakutan dan rasa sakit yang sama seperti yang kita lakukan. Malu pada wali kota atas tindakannya yang kejam dan pengecut," kata People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) dalam sebuah pernyataan kepada NBC News.

Tetapi Cochran mengabaikan komentar PETA. Menurutnya, karena ukurannya yang besar, buaya itu telah menjadi agresif dan akan menjadi gangguan bagi orang lain jika direlokasi.

"Ini adalah bagian dari manajemen satwa liar...bukan hanya mau tak mau kami memutuskan untuk turun dan membunuh seorang buaya karena itu," katanya, yang menambakan bahwa dia berasal dari keluarga pemburu.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
9 menit yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
2 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
4 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
6 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved