Sebut Pemimpin OAS Sampah, Maduro Siap Usir Invasi Militer
Rabu, 19 September 2018 - 10:48 WIB
Sebut Pemimpin OAS Sampah, Maduro Siap Usir Invasi Militer
A
A
A
CARACAS - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengatakan Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) Luis Almagro sampah. Maduro mengatakan hal itu sebagai tanggapan atas penyataan Alamgro tentang kemungkinan invasi militer ke Venezuela.
"Terkait soal sampah, yaitu Sekretaris Jenderal OAS, dia berada di tempat penyimpanan sejarah. Venezuela adalah negara yang terdiri dari pria dan wanita yang akan memaksa sampah seperti ini untuk menghormati mereka," kata Maduro seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (19/9/2018).
Dia juga menantang Almagro untuk mempersiapkan invasi militernya, karena dia telah mengumumkannya.
"Jika Anda mengatakan bahwa Anda ingin menyerbu Venezuela, siapkan senapan Anda. Kami menunggu Anda di sini," tantang Maduro.
Sebelumnya pada hari Selasa, Majelis Konstituante Nasional Venezuela mengeluarkan pernyataan yang menuntut pengunduran diri segera dari Almagro.
Majelis Konstituante juga membentuk komisi khusus, yang menyusun daftar tindakan agresi sistematis terhadap negara itu seperti blokade kekerasan, ekonomi dan keuangan.
Pada hari Jumat lalu, kepala OAS mengatakan bahwa untuk menyelesaikan situasi di Venezuela seseorang tidak dapat mengesampingkan opsi apa pun, termasuk kemungkinan invasi militer.
Opsi intervensi militer itu muncul sebagai respons atas krisis yang sedang berlangsung di negara Amerika Latin itu.
Menurut Almagro, opsi militer diambil OAS jika opsi diplomatiknya habis dalam upaya untuk meringankan penderitaan rakyat venezuela yang sedang dilanda krisis ekonomi yang parah.
"Sehubungan dengan intervensi militer yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Nicolas Maduro, saya pikir kita tidak boleh mengesampingkan opsi apa pun," kata Almagro.
Baca: Sekjen OAS Pertimbangkan Agresi Militer terhadap Venezuela
"Terkait soal sampah, yaitu Sekretaris Jenderal OAS, dia berada di tempat penyimpanan sejarah. Venezuela adalah negara yang terdiri dari pria dan wanita yang akan memaksa sampah seperti ini untuk menghormati mereka," kata Maduro seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (19/9/2018).
Dia juga menantang Almagro untuk mempersiapkan invasi militernya, karena dia telah mengumumkannya.
"Jika Anda mengatakan bahwa Anda ingin menyerbu Venezuela, siapkan senapan Anda. Kami menunggu Anda di sini," tantang Maduro.
Sebelumnya pada hari Selasa, Majelis Konstituante Nasional Venezuela mengeluarkan pernyataan yang menuntut pengunduran diri segera dari Almagro.
Majelis Konstituante juga membentuk komisi khusus, yang menyusun daftar tindakan agresi sistematis terhadap negara itu seperti blokade kekerasan, ekonomi dan keuangan.
Pada hari Jumat lalu, kepala OAS mengatakan bahwa untuk menyelesaikan situasi di Venezuela seseorang tidak dapat mengesampingkan opsi apa pun, termasuk kemungkinan invasi militer.
Opsi intervensi militer itu muncul sebagai respons atas krisis yang sedang berlangsung di negara Amerika Latin itu.
Menurut Almagro, opsi militer diambil OAS jika opsi diplomatiknya habis dalam upaya untuk meringankan penderitaan rakyat venezuela yang sedang dilanda krisis ekonomi yang parah.
"Sehubungan dengan intervensi militer yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Nicolas Maduro, saya pikir kita tidak boleh mengesampingkan opsi apa pun," kata Almagro.
Baca: Sekjen OAS Pertimbangkan Agresi Militer terhadap Venezuela
(ian)