Pertemuan Antar Korea III, Presiden Korsel Bertolak ke Korut
Selasa, 18 September 2018 - 07:57 WIB
Pertemuan Antar Korea III, Presiden Korsel Bertolak ke Korut
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in bertolak ke Pyongyang, Korea Utara (Korut), untuk menghadiri pertemuan puncak ketiga tahun ini dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
Keberangkatan Moon Jae-in ke Korut dengan tiga tujuan yaitu untuk menyelesaikan diplomasi nuklir yang macet, mengakhiri Perang Korea secara resmi, dan mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea.
Moon mengatakan ia akan mendorong perdamaian permanen yang tidak dapat diubah dan untuk dialog yang lebih baik antara Pyongyang dan Washington selama pembicaraan "dari hati ke hati" dengan Jong-un. Kepala staf Moon, bagaimanapun, mengecilkan kemungkinan bahwa KTT Moon dengan Kim akan menghasilkan kemajuan besar dalam diplomasi nuklir.
"Sebuah pesawat kepresidenan yang membawa Moon meninggalkan sebuah bandara militer dekat Seoul pada , Selasa (18/9/2018) pagi. Pesawat itu terbang dalam rute tak langsung di lepas pantai barat Semenanjung Korea sebelum berbelok ke daratan dan tiba di bandara internasional Pyongyang sekitar 80 menit kemudian," kata kantor Moon seperti dikutip dari ABC.
Sejak menjabat Mei tahun lalu, Moon telah bertemu Kim dua kali di desa perbatasan bersama Korea, Panmunjom. Perjalanan Pyongyang membuatnya menjadi pemimpin Korsel ketiga yang mengunjungi ibu kota Korut itu untuk pertemuan puncak antar-Korea. Moon dan Kim sama-sama mendorong Washington yang enggan menandatangani secara resmi perjanjian damai guna mengakhiri perang, yang secara teknis masih berlanjut karena hanya diakhiri dengan gencatan senjata.
"Moon setidaknya akan dua kali bertemu dengan Kim yaitu pada hari ini dan esok. Kim diperkirakan akan muncul pada upacara penyambutan Moon di bandara Pyongyang," kata kepala staf Moon, Im Jong-seok pada wartawan Senin kemarin.
Im mengatakan dia mengharapkan Moon dan Kim untuk bersama-sama mengumumkan hasil dari pembicaraan mereka pada hari Rabu jika pertemuan mereka berjalan dengan lancar. Moon akan kembali ke Korsel pada hari Kamis.
Keberangkatan Moon Jae-in ke Korut dengan tiga tujuan yaitu untuk menyelesaikan diplomasi nuklir yang macet, mengakhiri Perang Korea secara resmi, dan mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea.
Moon mengatakan ia akan mendorong perdamaian permanen yang tidak dapat diubah dan untuk dialog yang lebih baik antara Pyongyang dan Washington selama pembicaraan "dari hati ke hati" dengan Jong-un. Kepala staf Moon, bagaimanapun, mengecilkan kemungkinan bahwa KTT Moon dengan Kim akan menghasilkan kemajuan besar dalam diplomasi nuklir.
"Sebuah pesawat kepresidenan yang membawa Moon meninggalkan sebuah bandara militer dekat Seoul pada , Selasa (18/9/2018) pagi. Pesawat itu terbang dalam rute tak langsung di lepas pantai barat Semenanjung Korea sebelum berbelok ke daratan dan tiba di bandara internasional Pyongyang sekitar 80 menit kemudian," kata kantor Moon seperti dikutip dari ABC.
Sejak menjabat Mei tahun lalu, Moon telah bertemu Kim dua kali di desa perbatasan bersama Korea, Panmunjom. Perjalanan Pyongyang membuatnya menjadi pemimpin Korsel ketiga yang mengunjungi ibu kota Korut itu untuk pertemuan puncak antar-Korea. Moon dan Kim sama-sama mendorong Washington yang enggan menandatangani secara resmi perjanjian damai guna mengakhiri perang, yang secara teknis masih berlanjut karena hanya diakhiri dengan gencatan senjata.
"Moon setidaknya akan dua kali bertemu dengan Kim yaitu pada hari ini dan esok. Kim diperkirakan akan muncul pada upacara penyambutan Moon di bandara Pyongyang," kata kepala staf Moon, Im Jong-seok pada wartawan Senin kemarin.
Im mengatakan dia mengharapkan Moon dan Kim untuk bersama-sama mengumumkan hasil dari pembicaraan mereka pada hari Rabu jika pertemuan mereka berjalan dengan lancar. Moon akan kembali ke Korsel pada hari Kamis.
(ian)