Habisi 9 Orang, Pembunuh Berantai Jepang Juga Didakwa Memerkosa

Selasa, 11 September 2018 - 14:47 WIB
Habisi 9 Orang, Pembunuh...
Habisi 9 Orang, Pembunuh Berantai Jepang Juga Didakwa Memerkosa
A A A
TOKYO - Takahiro Shiraishi, 27, pelaku pembunuhan berantai terhadap sembilan orang di Jepang dikenai beberapa dakwaan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan hingga perampokan.

Shiraishi yang dijuluki media sebagai "Twitter Killer" membunuh sembilan korbannya secara sadis. Rata-rata korbannya diperkosa, dimutilasi dan potongan jasad korban disimpan di lemari es.

Julukan itu tak lepas dari aksi Shiraishi yang memikat para korban perempuan melalui direct mmessages (DM) di Twitter sebelum diperdaya dan dibunuh.

Jaka penuntut di Tachikawa, Tokyo, berupaya mencari hukuman maksimal untuk pemuda tersebut. Menurut dokumen dakwaan, aksi kejam pembunuh berantai ini terjadi antara 23 Agustus hingga 23 Oktober 2017. Semua potongan jasad korban ditemukan di apartemennya.

Dakwaan disampaikan jaksa pengadilan pada Senin (10/9/2018). Riciannya, sembilan dakwaan pembunuhan, delapan dakwaan pemerkosaan, dan satu dakwaan perampokan.

Dakwaan berlapis ini membuat sang "Twitter Killer" terancam menghadapi hukuman berat mulai dari denda, penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

“(Kasus Shiraishi) adalah insiden serius. Kami menilai bahwa kami perlu membuat keseluruhan gambaran tentang insiden itu jelas bagi rakyat," kata seorang jaksa, tanpa disebutkan namanya oleh media setempat, The Asahi Shimbun, Selasa (11/9/2018).

Menurut surat dakwaan, Shiraishi memikat sembilan orang ke apartemennya di Zama, Prefektur Kanagawa, dari 23 Agustus hingga 23 Oktober 2017. Rata-rata korbannya dicekik dengan tali.

Sembilan orang, yang usianya berkisar antara 15 hingga 26 tahun, adalah penduduk Tokyo dan empat prefektur lain.

Setelah membunuh para korban, Shiraishi, mencuri uang mereka. Jumlah yang dicuri, menurut dokumen dakwaan, antara ratusan hingga puluhan ribu yen.

Selain itu, dia dituduh melakukan hubungan seksual secara paksa atau pemerkosaan dengan delapan korban perempuan.

Satu-satunya korban lelaki adalah pria yang sedang mencari kekasihnya yang hilang. Dia dibunuh Shiraishi setelah dibujuk ke apartemennya.

Nobuo Komiya, seorang profesor kriminologi di Universitas Rissho, menyarankan jaksa untuk kuat menghadapi waktu yang lebih lama di pengadilan, mengigat kasus ini tak biasa.

"Dalam kasus pembunuhan berantai, para pembunuh cenderung menyembunyikan motif mereka yang sebenarnya karena perasaan bersalah," kata Komiya. “Sangat sulit untuk mengungkap motif (Shiraishi) hanya dari kesaksiannya. Motifnya akan menjadi fokus dari persidangannya."
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
35 menit yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
1 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
2 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
3 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 jam yang lalu
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
4 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved