Rusia Berharap Dialog AS dan Korut Terus Berlanjut
Rabu, 05 September 2018 - 18:33 WIB
Rusia Berharap Dialog AS dan Korut Terus Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Rusia berharap pembicaraan antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. Menurut Moskow, pembicaraan kedua negara memiliki dampak yang sangat baik bagi stabilitas dan keamanan dunia.
"Kami berharap proses yang sudah dimulai antara AS dan Korut akan berlanjut kaerna itu juga untuk kepentingan seluruh dunia. Korut adalah tetangga kami, jadi situasinya kami harap tetap stabil dan damai," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva pada Rabu (5/9).
Seperti diketahui, pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korut terhenti sejak Presiden AS Donald Trump membatalkan perjalanan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Pyongyang bulan lalu. Trump membatalkan rencana kunjungan itu, setelah Pompeo menerima surat permusuhan dari seorang pejabat senior Korut.
Kim Jong-un sejatinya setuju dalam arti luas untuk bekerja menuju denuklirisasi semenanjung Korea pada pertemuan puncak bersejarah dengan Trump di Singapura pada bulan Juni.
Namun, AS dan Korut tidak menemui titik temu terkait mana yang didahulukukan, apakah denuklirisasi atau langkah menuju normalisasi status internasional Korut dengan menyatakan akhir Perang Korea.
Perang Korea1950-53antara Korut dan Korsel yang dibantu oleh AS berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, yang berarti AS-Korsel dan Korut secara teknis masih berperang.
"Kami berharap proses yang sudah dimulai antara AS dan Korut akan berlanjut kaerna itu juga untuk kepentingan seluruh dunia. Korut adalah tetangga kami, jadi situasinya kami harap tetap stabil dan damai," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva pada Rabu (5/9).
Seperti diketahui, pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korut terhenti sejak Presiden AS Donald Trump membatalkan perjalanan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Pyongyang bulan lalu. Trump membatalkan rencana kunjungan itu, setelah Pompeo menerima surat permusuhan dari seorang pejabat senior Korut.
Kim Jong-un sejatinya setuju dalam arti luas untuk bekerja menuju denuklirisasi semenanjung Korea pada pertemuan puncak bersejarah dengan Trump di Singapura pada bulan Juni.
Namun, AS dan Korut tidak menemui titik temu terkait mana yang didahulukukan, apakah denuklirisasi atau langkah menuju normalisasi status internasional Korut dengan menyatakan akhir Perang Korea.
Perang Korea1950-53antara Korut dan Korsel yang dibantu oleh AS berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, yang berarti AS-Korsel dan Korut secara teknis masih berperang.
(esn)