Dinilai Dukung AS, Suriah: Pernyataan Sekjen PBB Mengecewakan
Jum'at, 31 Agustus 2018 - 18:59 WIB
Dinilai Dukung AS, Suriah: Pernyataan Sekjen PBB Mengecewakan
A
A
A
NEW YORK - Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres terkait kemungkinan serangan ke Idlib. Jaafari menyebut, Gutteres telah mengambil sikap mendukung sisi Amerika Serikat (AS) dalam hal ini.
Guterres menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas semakin besarnya kemungkinan serangan rezim Suriah dalam skala penuh di provinsi barat laut Idlib.
Juru bicara Gutteres, Stephane Dujarric menyatakan, pemimpin PBB itu mendesak semua pihak, terutama pemerintah Suriah untuk menahan diri dari melakukan tindakan yang hanya akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut dan menambah parah krisis di negara itu.
"Di sini kita berbicara tentang keterkejutan kami dengan pernyataan (Sekjen PBB) yang menyelaraskan posisinya dengan negara-negara yang menargetkan pemerintah saya dan negara saya dan mengacu pada ancaman yang diekspresikan oleh delegasi AS, Inggris dan Prancis," kata Jaafari, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (31/8).
Di kesempatan yang sama, dia menuding AS, Inggris, dan Prancis, yang merupakan tiga anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, sebagai pihak yang mengancam perdamaian dan keamanan di Suriah.
"Pemerintah Suriah dengan sekutunya adalah satu-satunya pihak yang menerapkan resolusi DK PBB yang berkaitan dengan memerangi terorisme. Tidak ada yang memerangi ISIS di Suriah selain tentara Suriah yang didukung oleh sekutu kami," ucapnya.
Guterres menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas semakin besarnya kemungkinan serangan rezim Suriah dalam skala penuh di provinsi barat laut Idlib.
Juru bicara Gutteres, Stephane Dujarric menyatakan, pemimpin PBB itu mendesak semua pihak, terutama pemerintah Suriah untuk menahan diri dari melakukan tindakan yang hanya akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut dan menambah parah krisis di negara itu.
"Di sini kita berbicara tentang keterkejutan kami dengan pernyataan (Sekjen PBB) yang menyelaraskan posisinya dengan negara-negara yang menargetkan pemerintah saya dan negara saya dan mengacu pada ancaman yang diekspresikan oleh delegasi AS, Inggris dan Prancis," kata Jaafari, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (31/8).
Di kesempatan yang sama, dia menuding AS, Inggris, dan Prancis, yang merupakan tiga anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, sebagai pihak yang mengancam perdamaian dan keamanan di Suriah.
"Pemerintah Suriah dengan sekutunya adalah satu-satunya pihak yang menerapkan resolusi DK PBB yang berkaitan dengan memerangi terorisme. Tidak ada yang memerangi ISIS di Suriah selain tentara Suriah yang didukung oleh sekutu kami," ucapnya.
(esn)