Perangkat Radioaktif Berisi Zat Berbahaya Hilang di Malaysia

Selasa, 21 Agustus 2018 - 12:01 WIB
Perangkat Radioaktif...
Perangkat Radioaktif Berisi Zat Berbahaya Hilang di Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Otoritas Malaysia tengah mencari sebuah alat radioaktif yang hilang dari truk pickup awal bulan ini. Pihak berwenang mengatakan zat radioaktif di dalam perangkat tersebut dapat menyebarkan kontaminasi berbahaya jika dibongkar dengan tidak semestinya.

Ada juga kekhawatiran zat tersebut bisa digunakan sebagai bagian dari senjata - yang disebut bom kotor - jika jatuh ke tangan yang salah seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/8/2018).

Perangkat yang hilang itu digunakan dalam radiografi industri. Perangkat tersebut milik perusahaan yang melakukan tes, kalibrasi dan inspeksi untuk perusahaan minyak dan gas serta perusahaan industri berat lainnya.

Tabung logam besar seberat 23kg dengan pegangan dilaporkan telah digunakan untuk melihat retakan pada logam.

Perangkat itu berisi isotop radioaktif iridium-192 yang dapat menyebabkan paparan radiasi atau digunakan sebagai senjata jika dikombinasikan dengan alat peledak konvensional.

Pihak kepolisian dan media setempat melaporkan bahwa perangkat itu dibawa di belakang sebuah truk di Ibu Kota, Kuala Lumpur. Perangkat tersebut telah selesai digunakan di satu situs di pinggiran kota dan kemudian dibawa ke lokasi lain.

Setelah tiba di lokasi, pengemudi melihat perangkat itu telah hilang. Dua orang telah diinterogasi tetapi sudah dibebaskan.

Ada spekulasi bahwa perangkat itu mungkin telah dicuri atau terjatuh saat sedang dalam perjalanan.

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi kejadian dan menyatakan telah melakukan penyelidikan tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pihak kepolisian bersikeras bahwa semuanya sudah berada di bawah kendali.

Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun mengatakan insiden serupa terjadi tahun lalu dan belum ada informasi mengenai alat itu, kantor berita Bernama melaporkan.

Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Azis Jamman membenarkan insiden itu terjadi tetapi bersikeras semuanya sudah berada di bawah kendali.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
29 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved